Friday, 28 February 2014

kimia-radioisotof


RADIOISOTOF

Radioisotof adalah isotof yang tidak stabil, yang berupaya mencari keadaan stabil dengan cara memancarkan energy radiasi secara spontan dan terus-menerus sehingga mencapai isotof stabil.
Istilah radioaktif disebut juga dengan radioisotof. Radio isotof adalah isotof tidak stabil yang memancarkan radiasi secara spontan dan terus menerus.
Jika jumlah neutron dalam suatu inti sama dengan jumlah proton, maka inti maka inti akan stabil atau non radioaktif. Tetapi jika dalam inti jumlah neutron tidak sama dengan jumlah proton, maka inti menjadi tidak stabil. Unsur yang melepaskan radio aktif disebut unsur radioaktif. Semakain banyak perbedaan jumlah neutron dengan dengan jumlah protonnya, maka semakain tidak stabil dan semakin cepat pula inti itu melepaskan kelebihan energinya dalam bentuk sinar radiasi.

Isotof karbon -11 ditulis 11C, dapat mempertahankan keadaan tersebut selama 20 menit, 10C membelah dalam waktu 19 detik dan 9C dalam 1/8 detik. Isotof 12C bersifat stabil, sedangkan isotof 13C kelebihan 1 neutron dapat bertahan dalam keadaan stabil. Isotof  14C dengan neutron dapat tetap bertahan selama beribu-ribu tahun tanpa masalah. Isotof 15C hanya dapat bertahan dalam waktu 2 atau 3 detik, sedangkan isotof 16C akan meletup dalam waktu 1 detik.

A.    SINAR RADIOAKTIF

Henri Becquerel melanjutkan penyelidikan terhadap keradioaktifan suatu zat. Tahun 1899 ia menemukan bahwa sinar radioaktif ada yan dapat dibelokkan oleh medan magnet. Tidak lama sesudah itu ( 1900 ) rytherford menemukan sinar alfa (  ) dan sinar (  ). Penemuannya didasarkan pada daya tembus radiasi unsure radioaktif terhadap berbagai lempengan tipis logam. Pada tahun 1900 ditemukan juga sinar gamma (  ) oleh p. Villard.

1.      Pengaruh medan magnet terhadap sinar radioaktif

Jika sinar radioaktif dilewatkan pada suatu medan magnet melalui celah, ternyata sinar terpisah menjadi tiga bagian. Ada yang membelok kea rah kutub positif ( sinar ); ada yang membelok kea rah kutub negative ( sinar  ) dan ada yang tidak dibelokkan oleh medan magnet ( sinar  )

2.      Jenis-jenis radioaktif

Apabila ditinjau berdasarkan jenisnya maka sinar radioaktif terdiri dari alfa dengan symbol , beta dengan symbol , gamma dengan symbol  sinar positron dengan symbol  dan neutron dengan symbol n. setiap jenis radiasi memiliki karakteristik khusus.

a.       Sinar alfa (  )
Sinar  mempunyai sifat sebagi berikut.
1.      Merupakan inti helium ( He )
2.      Diberi symbol , berarti partikel bermuatan positif dua dan bermassa empat.
3.      Dibelokkan oleh medan magnet kea rah kutub negative karena bermuatan positif.
4.      Mempunyai daya tembus paling kecil, daya jangkau 2,8 sampai dengan 8,3 cm.
5.      Daya ionisasi partikel  sangat besar, ±100 kali daya ionisasi partikel  dan 10.000 kali ionisasi sinar  
6.      Kecepatan partikel  berpariasi antar 1/100 hingga 1/10 kecepatan cahaya

b.      Sinar beta (  )
Sinar  mempunyai sifat sebagai berikut
1.      Merupakan partikel yang identik dengan electron.
2.      Diberi symbol , atau , berarti partikel bermuatan negative satu dan bermassa sangat kecil (=5,5 x 10-4 )
3.      Dibelokkan oleh medan magnet kearah positif karena bermuatan negative.
4.      Daya tembusnya lebih besar dari Sinar , Sinar  dapat menembus beberapa cm dalam medium udara.
5.      Daya ionisasi di udara 1/100 dari partikel .
6.      Kecepatan partikel  berkisar antara 1/100 hingga 99/100 kecepatan cahaya.

c.       Sinar gamma (  )
Sinar  mempunyai sifat sebagai berikut.
1.      Merupakan gelombang elektromagnetik.
2.      Diberi symbol , berarti partikelnya tidak bermuatan satu dan tidak bermasa.
3.      Karena tidak bermuatan, maka sinar  tidak dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet.
4.      Sinar  dipancarkan oleh inti atom yang dalam keadaan tereksitasi dengan panjang gelombang antara 0,005 A hingga A.
5.      Daya ionisasi di dalam medium sangat kecilsehingga daya tembusnya sangat besar bila dibandingkan dengan daya tembus partikel  atau  (± 10.000 lebih besar dari sinar  

d.      Peluruhan sinar positron (  )
Positron adalah inti yang memancarkan partikel , dapat dianggap sebagai kebalikan pancaran . Pemancaran positron pada umumnya hanya terjadi pada radioisotof buata.
P+ → n +  

e.       Radiasi neutron
Radiasi nutron adalah radiasi yang mempunyai ukuran kecil dan tidak mempunyai muatan listrik. Radiasi neutron mempunyai daya tembus tinggi tetapi tidak terpengaruh oleh adanya medan listrik yang ada disekitarnya. Radiasi neutron termasuk dalam kategori partikel dan dapat dihasilkan dari reaksi nuklir antara satu unsur tertentu dengan unsur lain.

Untuk memperjelas pengertian tentang partikel, perhatikan table 6.2 berikut.

Partikel/sinar 
Massa ( sma )
Muatan
Symbol
Alfa
Beta
Gamma
Neutron
Proton
Positron
4
0
0
1
1
0
+2
-1
0
0
+1
+1
 atau
 atau

B.     PELURUHAN RADIO AKTIF

Di alam terdapat nuklida yang stabil dan nuklida yang tidak stabil. Nuklida adalah jenis atom yang dibedakan dari jenis atom lain oleh susunan intinya, yaitu nomor atom, nomor massa dan energi inti. Nuklida yang tidak stabil mengalami peluruhan atau transformasi radioaktif (perubahan inti secara spontan) sampai terbentuk nuklida baru yang stabil. Peluruhan radioaktif adalah suatu peristiwa dimana atom yang tidak stabil melepaskan kelebihan energinya.
Perhatikan gambar 6.7. pada gambar 6.7 tampak bahwa lokasi nuklida-nuklida stabil pada diagram membentuk lokasi yang sangat teratur. Secara pendekatan dapat dikatakan membentuk kurva stabilitas nuklida mulai  = 1 untuk nuklida hingga  > 15 untuk nuklida berat. Nuklida-nuklida tidak stabil yang terdapat di alam maupun buatan akan  terdapat diatas kurva stabilitas dengan memancarkan sinar radio aktif, sihingga dinamakan nuklida radioaktif.
Berdasarkan lokasi nuklida tidak stabil dan jenis radioaktif yang dipancarkan, maka dikenal tiga macam peluruhan, yaitu peluruhan alfa , peluruhan beta , dan peluruhan gamma .

1.      Peluruhan Alfa

peluruhan alfa dominan terjadi pada inti-inti tidak stabil yang relative berat (nomor atom lebih dari 83). Dalam peluruhan ini akan dipancarkan partikel , yaitu suatu partikel yang terdiri atas dua proton atau neutron.
Inti atom yang melakukan peluruhan  akan kehilangan dua proton dan dua neutron serta membentuk nuklida baru. Inti yang mengalami peluruhan alfa, secara umum dapat ditulis sebagai berikut.

 

2.      Peluruhan Beta

peluruhan beta terjadi pada inti tidak stabil yang relative ringan. Dalam peluruhan ini akan dipancarkan partikel beta yang bermuatan negatif   atau bermuatan positif ). Partikel  identik dengan electron sedangkan partikel  identik dengan electron yang bermuatan positif yang disebut positron
dalam proses peluruhan  terjadi perubahan neutron menjadi proton didalam inti atom, sedangkan dalam proses peluruhan  terjadi perubahan proton menjadi neutron didalam inti atom.
Secara umum, peluruhan  dan  dapat ditulis sebagai berikut.
Peluruhan    
Peluruhan   

C.    REAKSI INTI
                       
            Reaksi inti adalah proses yang terjadi apabila partikel- partikel nuklida atau atom inti saling mengajukan kontak. Secara umum reaksi inti ditulis sebagai berikut.
            x + a → y + b
            disingkat
            x(a,b)y
           
            keterangan:
            x adalah inti awal
            y adalah inti akhir
a dan b adalah masing- masing partikel datang dan partikel yang dipancarkan.

Reaksi inti dapat digolongkan atas reaksi penembakan, reaksi fisi, reaksi fusi, dan reaksi rantai.
           
1.      Reaksi Penembakan

Jika suatu inti sasaran ditembak oleh partikel yang disebut proyektil akan menghasilkan inti baru dan beberapa partikel hasil reaksi. Peristiwa ini disebut reaksi penembakan. Proyektif yang digunakan dapat berupa partikel ringan, misalnya alfa (a), proton (p), neutron (n), deuterium (d), atau partikel berat misalnya:  
Reaksi ini mula- mula ditemukan oleh Rutherford tahun 1919. Pada percobaan Rutherford tersebut gas nitrogen ditembak dengan partikel alfa.
           
Kemudian marie Curie dan Pierre Curie tahun 1934 berhasil melakukan penembakan inti unsur dengan partikel alfa. Percobaannya adalah:
           
Berbeda dengan reaksi kimia biasa, pada reaksi inti unsur- unsur pereaksi maupun hasil reaksi simbolnya selalu ditulis lengkap baik nomor atom maupun nomor massanya.
Beberapa contoh reaksi penembakan dapat dilihat pada tabel 6.3

Reaksi penembakan
Biasa ditulis
1.     
2.     
3.     
4.     

2.      Reaksi Fusi (Reaksi Penggabungan)

Reaksi fusi adalah reaksi antara dua inti ringan yang menghasilkan inti yang lebih berat dan partikel elementer serta energi. Reaksi fusi terjadi pada temperatur sekitar 100 jutac. Reaksi fusi yang terjadi pada temperatur sebesar ini disebut reaksi termonuklir.

3.      Reaksi Fisi (Reaksi Pembelahan)

Reaksi fisi adalah reaksi inti yang bersifat pemecahan sebuah inti berat menjadi dua buah inti yang lebih ringan, yang disertai dengan pemancaran energi dan partikel elementer.
Unsur- unsur hasil pembelahan inti ini bersifat radioaktif dan akan meluruh terus dengan memancarkan sinar α atau sinar γ sampai terjadi isotop yang stabil.
Energi yang dihasilkan pada reaksi fusi jauh lebih besar dari energi yang dihasilkan pada reaksi fisi. Secara teoretis reaksi fusi lebih menguntungkan dari reasi fisi, karena:
a.       Energi yang dihasilkan jauh lebih besar.
b.      Inti atom hasil reaksi fusi umumnya lebih stabil sehingga pancaran radioaktif dan bahaya radiasi dapat dihindarkan.
Akan tetapi, untuk mengendalikan energi yang sangat besar dari hasil reaksi fusi masih sulit dilaksanakan, karena sampai saat ini belum ada alat yang mampu menahan energi sebesar itu.
           
4.      Reaksi Berantai

Pada reaksi pembelahan inti , yang dihasilkan akan menembak atau membelah inti uranium berikutnya. Jika jumlah uranium yang tersedia cukup banyak sehingga reaksi pembelahan berjalan terus. Reaksi pembelahan yang berlangsung terus menerus disebut reaksi berantai. Energi yang dihasilkan pada proses pembelahan inti yang berlangsung berantai disebut energi nuklir.
Jika reaksi inti berantai berlangsung tidak terkendali (penembakan inti uranium oleh neutron tidak terkendali) dalam waktu singkat akan dihasilkan energi yang sangat besar dalam bentuk ledakan. Reaksi fisi berantai ini merupakan dasar pemuatan bom atom.
Bila reaksi rantai itu dikendalikan, artinya neutron- neutron yang dihasilkan itu hanya satu neutron yang diperbolehkan mengadakan pembelahan berikutnya, maka energi yang dihasikan dapat diatur dan dimanfaatkan, misalnya sebagai sumber tenaga listrik. Reaksi pembelahan berantai yang terkendali dilakukan didalam reaktor tom.

D.    KEGUNAAN RADIOISOTOP

Pada saat ini, para ahli telah dapat memanfaatkan radioaktif untuk kebaikan umat manusia, yaitu untuk meningkatkan mutu kehidupan dan kesejahteraan hidupnya.
Di Indonesia tugas untuk melaksanakan, mengatur, dan mengawasi penelitian serta penggunaan unsur yang bersifat radioaktif berikut pengembangannya ditangani oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Pemanfaatan radioaktif telah dinikmati oleh banyak segi kehidupan, yaitu mencakup beberapa sektor pembangunan nasional, antara lain sebagai berikut.
1.      Dalam bidang kimia
2.      Dalam bidang hidrologi
3.      Dalam bidang pertanian dan peternakan
4.      Dalam bidang kedokteran
5.      Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Pemanfaaan unsur- unsur yang bersifat radioaktif dalam kehidupan adalah dalam bentuk isotop unsur tersebut, sehingga dikenal juga dengan nama radioisotop.
           
1.      Dalam Bidang Kimia

Dalam bidang kimia, pemanfaatan radioaktif adalah sebagai berikut.

a.       Mekanisme Reaksi
Teknik perunut digunakan dalam penyelidikan mekanisme reaksi. Perunut merupakan suatu isotop yang ditambahkan pada unsur atau  pereaksi dalam proses kimia yang dapat ditelusuri sepanjang proses dengan metode deteksi yang tepat.

b.      Analisis Kimia
Analisis pengaktifan neutron
Pada analisis ini, jumlah kandungan zat diukur dalam sejumlah zat dengan cara menembakkan neutron pada suatu inti atom unsur yang stabil menjadi inti atom yang bersifat radioaktif.
           
c.       Radiasi untuk Pengawetan Makanan Menggunakan Isotop 60Co atau 137Cs
Iradiasi bahan pangan mulai dipelajari secara intensif sejak tahun 1950, setelah diketahui bahwa iradiasi mempunyai beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan proses pengolahan konvensional. Misalnya, karena sifat sinar γ, sinar X, atau elektron cepat yang digunakan dalam proses ini mempunyai daya tembus besar dan tidak menimbulkan perubahan temperatur yang berarti pada bahan yang di iradiasi, menyebabkan proses ini dapat digunakan untuk mengawetkan bahan yang telah di kemas dalam kemasan akhir ataupun telah di bekukan. Di samping itu, kesegaran bahan pangan tidak berubah, tidak menimbulkan residu zat kimia pada makanan, dan dapat menggunakan bahan pengemas yang relatif murah karena tidak perlu harus tahan panas.
Selain dapat meningkatkan daya awet, iradiasi juga mampu untuk meningkatkan mutu serta higiene bahan pangan yang berarti ikut membantu melindungi kesehatan masyarakat. Namun, pada dasarnya iradiasi bukan ditujukan untuk menggantikan semua proses pengawetan konvensional, tetapi untuk melengkapi bersama- sama dengan teknologi yang telah ada.
Pada mulanya, penggunaan iradiasi ditujukan untuk membunuh organisme hidup yang dapat menyebabkan pembusukan atau kerusakan bahan pangan atau yang dapat mengganggu kesehatan konsumen. Sumber radiasi yang dapat digunakan adalah isotop 60Co atau 137 Cs.

2.      Bidang Hidrologi

                        Dalam bidang hidrologi, pemanfaatan radioisotop adalah sebagai berikut.

a.       Pengukuran Debit Air Sungai
Dasar metode pengukuran debit air adalah dengan pengenceran perunut. Perunut radioisotof dalam jumlah yang tidak membaayakan dilepas di bagian hulu sungai kemudian diukur konsentrasinya di bagian hilir. Perubahan konsentrasi perunut disebabkan oleh aliran (debit) air dapat diketahui dari perubahan intensitas pancaran sinar radioisotop yang diukur langsung di dalam aliran itu.

b.      Menentukan Kebocoran Suatu Bendungan (Dam)
Metode perunut isotop juga digunakan untuk menentukan kebocoran suatu bendungan. Zat radioisotop yang di gunakan harus tidak berbahaya terhadap manusia dan lingkungan sekitar, larut dalam air, tidak diserap oleh tanah atau tubuh bendungan serta tumbuhan. Radioisotop dilepaskan pada tempat tertentu di bendungan yang di perkirakan tempat kebocoran. Air yang telah bercampur dengan zat radioaktif akan masuk mengikuti arah kebocoran. Dengan mengamati air yang keluar melalui mata air atau sumur maka akan dapat diketahui adanya kebocoran serta arahnya.
3.       Bidang Pertanian

Dalam bidang pertanian dan peternakan, pemanfaatan radioaktif adalah sebagai berikut.

a.       Pemuliaan Tanaman
Pemuliaan tanaman adalah suatu fenomena yang menunjukkan perubahan sifat sehingga tanaman menjadi lebih unggul daripada tanaman asalnya. Perubahan sifat itu terjadi akibat dari perubahan (mutasi) struktur kromosom didalam inti sel. Kromosom tersebut mengandung gen- gen yang berfungsi mengatur keberadaan karakter organisme. Karena strukturnya berubah, sifat- sifat yang muncul pada keturunan organisme tersebut juga menjadi berbeda dengan organisme asalnya. Organisme yang berubah sifat akibat mutasi itu disebut mutan. Mutasi juga dapat terjadi secara alamiah dan buatan manusia. Mutasi alamiah terjadi secara spontan, berlangsung lama (evolusi), dan langka. Mutasi buatan terjadi dengan perkawinan silang (hibridisasi/pembastaran), pemberian zat kimia, dan perlakuan radiasi (mutasi radiasi). Bahan untuk tujuan mutasi radiasi adalah semua bagian tanaman, seperti setek, tunas, dan biji. Kepekaan bagian- bagian tanaman terhadap radiasi sangat beragam. Demikian pula, tiap jenis tanaman memiliki dosis radiasi tertentu untuk mendapatkan frekuensi mutasi yang tinggi.

b.      Pengendalian Hama Tanaman
Hama tanaman yang paling banyak merugikan usaha pertanian adalah serangga. Oleh sebab itu, para pakar pertanian banyak mencurahkan perhatian kepada masalah serangga tersebut. Pengendalian serangga hama dengan menggunakan insektisida sering menimbulkan masalah resistensi, serangga atau hewan lain yang bukan sasaran ikut terbunuh, dan adanya residu insektisida. Teknik radiasi dapat digunakan sebagai sarana pengendalian serangga hama tanpa timbul masalah seperti halnya insektisida.
Pemberantasan serangga hama dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Pemberantasan secara langsung ialah serangga langsung dimatikan dengan radiasi. Cara ini digunakan untuk tujuan pengawetan bahan pangn di tempat penyimpanan (gudang). Misalnya, pemberantasan serangga perusak beras, tepung terigu, jagung, kopi, cokelat, dan krosok tembakau. Radiasi dapat membunuh telur atau larva yang berada di dalam komoditas tersebut. Pemberantasan secara tidak langsung ialah dengan menekan pertumbuhan populasinya serendah mungkin, sehingga tidak merugikan. Teknik ini diterapkan untuk pengendalian serangga hama di lapangan. Untuk tujuan tersebut, serangga jantan dimandulkan dengan teknik radiasi.  Oleh karena itu, teknik ini sering disebut dengan teknik jantan mandul. Adapun yang dirdiasi ialah pupanya, sebab pupa merupakan stadium yang paling efektif untuk perlakuan radiasi. Serangga yang telah diradiasi itu harus tetap potensial memiliki sifat- sifat normal seperti serangga dialam, perbedaannya hanya sifat kemandulan. Dengan demikian, jika dilepaskan di lapangan, serangga mandul tadi tetap mampu bersaing mengawini serangga betina alam setempat, tetapi telurnya tidak dapat menetas. Akibatnya, jumlah populasi menurun. Jika pelepasan serangga jantan mandul itu dilakukan berulang- ulang, jumlah populasinya di lapangan akan terus merosot sampai tidak banyak berpengaruh lagi terhadap produksi pertanian. Agar sasaran penurunan populasi cepat tercapai, serangga mandul yang dilepas harus berjumlah banyak. Dewasa ini, serangga yang dimandulkan tidak hanya pejantan, tetapi juga betinanya.

4.      Bidang kedokteran

Salah satu penggunaan radioisotop adalah dalam bidang kedokteran, yang bisa disebut kedokteraan nuklir.  Radioisitop- radioisotop dapat di gunakan baik untuk diagnosis maupun untuk pengobatan (terapi) berbagai macam penyakit. Sekarang ini penggunaan untuk diagnosis lebih banyak daripada untuk pengobatan. Teknis diagnosis pada umumnya di lakukan dengan cara memasukkan radioisitop ke dalam tubuh manusia secara oral (dimakan atau diminum) atau penyuntikan ke dalam pembuluh darah vena. Dengan menggunakan alat yang sangat peka serta pemakaian radioisotop- radioisotop berumur pendek, dapat diaplikasikan sejumlah kecil radioisotop yang betul- betul aman dosis radiasinya terhadap pasien. Efek yang diakibatkan radiasi dan cara diagnosis umumnya jauh lebih kecil daripada pemeriksaan dengan sinar X.
Diagnosis penyakit- penyakit dengan bantuan radioisotop, sekarang ini telah berkembang di seluruh dunia serta masih terus mengalami perbaikan- perbaikan dan perluasan penggunaannya. Bahkan kecepatan perkembangan cara ini melebihi kecepatan perkembangan bidang- bidang kedokteran yang lain. Selain itu cara ini tidak menimbulkan rasa apa- apa pada pasien dan tidak menimbulkan akibat- akibat sampingan yang lain. Oleh karena itu, radioisotop dapat di gunakan pada hampir semua penderita penyakit, termasuk pasien- pasien yang sudah parah keadaannya.
Bersamaan dengan kemajuan dalam bidang kedokteran nuklir, diciptakan radioisotop-radioisotop baru untuk diagnosis yang lebih spesifik dan teliti, yang dikenal dengan radiopharmaceuticals, seperti Iodium -131 dan Teknisium -99m dan senyawa- senyawanya.

5.      Proses Industri
            Dalam proses industri pemanfaatan radioaktif adalah sebagai berikut.

a.       Perbaikan Mutu Kayu dengan Cara Radiasi
Dengan suatu cara tertentu maka sejenis cairan organik yang termasuk dalam golongn monomer dapat di masukkan ke dalam rongga- rongga udara yang terdapat pada sel- sel kayu. Salah satu ciri dari monomer tadi adalah bila diradiasi, akan membentuk bahan yang di sebut polimer, yaitu suatu bahan padat yang keras pada temperatur kamar. Dengan demikian, kayu yang sudah dimasuki monomer- monomer dan kemudian diradiasi akan menjadi kayu yang lebih keras daripada aslinya dan keawetannya bertambah. Dengan cara tersebut benda- benda kesenian seperti patung- patung yang berasal dari kayu mutu rendah dapat diperbaiki menjadi patung- patung  yang keras. Selain itu,  cara ini dapat pula memperbaiki bahan bangunan yang dari kayu mutu rendah (mudah dimakan serangga).

b.      Perbaikan Mutu Serat Tekstil
Radiasi dapat memodifikasi sifat- sifat serat alam maupun buatan menurut keperluan. Sebagai contoh serat- serat poliester yang pada keadaan normal sukar menyerap air dapat di ubah menjadi serat poliester yang mudah menyerap air. Bahkan poliester tersebut lebih mudah menyerap zat- zat warna. Contoh lain adalah modifikasi serat- serat polipropilena yang pada keadaan normal titik lelehnya rendah, dan tidak dapat mengisap air maupun zat warna, tetapi dengan radiasi serat polipropilena tersebut dapat di ubah sifatnya menjadi polipropilena yang titik lelehnya tinggi serta mudah menyerap zat warna maupun air.

6.       Pembangkit Listrik Tenaga nuklir (PLTN)
           
            Masyarakat umum telah mengenal listrik cukup lama, yaitu daya yang dapat menimbulkan kekuatan, gerak, dan kekuatan cahaya yang banyak di manfaatkan dalam berbagai kebutuhan manusia. Walaupun listrik sebagai kekuatan dapat membahayakan jiwa manusia. Namun, hal itu bukan lagi sesuatu yang menakutkan dan dianggap berbahaya oleh masyarakat. Kemudian bukan kehadiran listrik yang menjadi masalah di masyarakat, tetapi dengan apa tenaga tersebut dihasilkan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka negara- negara maju telah memanfaatkan tenaga nuklir secara besar- besaran dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Tenaga nuklir digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik yang murah, aman, dan tidak mencemarkan lingkungan. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebenarnya hampir sama dengan pembangkit listrik konvensional (PLTU, PLTG, PLT Minyak), yaitu menggunakan tenaga uap untuk menggerakkan turbin dan generator. Hal yang membedakan adalah panas yang digunakan untuk membangkitkan uap tidak dihasilkan dan pembakaran bahan fosil (batu bara, minyak), tetapi sebagai hasil dari pembelahan inti atom uranium.

E.     BAHAYA RADIOISOTOP

Suatu teknologi yang dalam proses pelaksanaannya menggunakan radioisotop disebut teknologi nuklir. Radioisotop yang digunakan dapat berupa radioisotop alam atau radioisotop buatan dibuat dalam reaktor nuklir atau reaktor atom.
Energi yang dihasilkan dari reaktor nuklir sangat besar. Energi tersebut selain banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia juga ada bahanya. Sebagai contoh bila energi nuklir digunakan sebagai senjata pamungkas untuk perang, seperti yang diberlakukan pada Perang Dunia II. Seperti kita ketahui pada tanggal 9 Agustus 1945, pesawat pembom Amerika Serikat telah menjatuhkan bom atom Little Boy di kota Hiroshima dan nagasaki Jepang. Akibat peristiwa tersebut ratusan jiwa ribu manusia menjadi korban dan tak luput kedua kota tersebut hancur rata dengan tanah. Peristiwa lainnya yang membuat orang apriori terhadap radioaktif adalah peristiwa kebakaran reaktor atom Chernobyl Uni Soviet pada tahun 1986 yang mengakibatkan banyak korban jiwa, kerugian materi dan tercemarnya lingkungan oleh radiasi nuklir.
Radiasi yang berlebihan dipancarkan oleh zat radioisotop dapat berakibat racun bagi tubuh, mengganggu pekerjaan sel dan dapat menyebabkan kematian sel. Jaringan yang paling peka terhadap radiasi adalah mata, alat kelamin, dan sum- sum tulang. Radiasi radioisotop dapat juga menyebabkan pembelahan sel darah putih, sehingga terjadi penambahan sel darah putih yang berlebihan. Penyakit ini disebut leukimia. Penyakit ini banyak diderita oleh orang- orang yang hidup di sekitar Hiroshima dan Nagasaki, sebagai akibat ledakan bom atom pada akhir Perang Dunia II. Pengaruh radiasi terhadap kelenjar- kelenjar kelamin dapat menyebabkan kemandulan dan mutasi- mutasi pada keturunannya. Pada umumnya mutasi- mutasi ini dapat merugikan, misalnya berwajah buruk, cacat, dan sebagainya. Beberapa gejala akibat radiasi berlebihan antara lain:
a.       Kerusakan somatik berbentuk lokal. Tandanya antara lain kerusakan kulit berupa penyakit kulit, kerusakan sel pembentuk sel darah, dan kerusakan sistem saraf.
b.      Kerusakan genesis yang mengakibatkan steril/mandul atau terjadinya kelainan pada keturunan.
c.       Kerusakan pada lensa mata sehingga menjadi pudar.
d.      Menimbulkan leukimia.
Untuk pembahasan lebih lanjut tentang sifat- sifat unsur radioaktif, radioaktivitas, dan reaksi inti akan kalian pelajari pada mata pelajaran fisika.


0 komentar:

Post a Comment

tulislah komentar yang baik, kalau kritik boleh untuk membangun blog

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites