Senin, 26 November 2012

makalah - Menulis gagasan dalam bentuk paragraf naratif


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH

Proses kegiatan belajar-mengajar dikatakan berhasil apabila siswa  dianggap telah belajar. Siswa dikatakan telah belajar apabila tujuan  pembelajaran yang dirumuskan dapat dikuasai siswa. Setiap program  pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan  perhatian pada siswa. Program pembelajaran direncanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa serta diarahkan kepada perubahan tingkah  laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Agar komunikasi lewat lambang tulis dapat seperti yang diharapkan, penulis hendaklah menuangkan gagasannya ke dalam bahasa yang tepat, teratur, dan lengkap. Siswa biasanya tertarik menulis karangan yang mengambarkan atau medeskripsikan pengalaman yang dialami. Siswa ketika mengarang sering mengalami kesulitan  baik memilih kata, menyusun kalimat, dan ejaan. Siswa ketika mengarang narasi memerlukan pemikiran yang runtut sehingga mereka kurang tertarik untuk mengarang narasi.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Menulis gagasan dalam bentuk paragraf naratif
Paragraf adalah suatu kumpulan kalimat yang mempunyai hubungan kohesi dan koherensi. Dalam suatu paragraf harus mempunyai satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Fungsi kalimat penjelas adalah menjelaskan secara mendetail tentang kalimat utama. Kalimat utama adalah kalimat yang menggambarkan inti permasalahan yang dibicarakan dalam paragraf tersebut. Adapun kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan atau mengembangkan kalimat utama. Oleh karena itu, kalimat penjelas sering disebut kalimat pengembang. Secara umum, paragraf naratif terbagi atas dua jenis, yaitu narasi urutan waktu atau narasi urutan tempat.
1.      Definisi dan karakteristik narasi
Secara sederhana, paragraf narasi diartikan sebagai paragraph yang berisi cerita atau kejadian. Lebih jelasnya lagi, paragraf narasi adalah paragraf yang menjelaskan atau menguraikan suatu peristiwa atau peristiwa berdasarkan urutan waktu.
2.      Pola pengembangan narasi
Paragraf narasi dapat dikembangkan dengan berbagai pola, antara lain dengan urutan waktu dan urutan tempat.
a.       Urutan waktu disebut pola kronologis. Dalam pola ini, kejadian-kejadian yang diceritakan disampaikan dengan urutan waktu, misalnya dari pagi hingga pagi lagi, dari zaman dulu sampai zaman sekarang, dari permulaan hingga selesai, dan sebagainya.
b.      Urutan ruang disebut pula pola spasial. Dalam pola ini, kejadia-kejadian dalam paragraph disusun mengikutibagian-bagian dari suatu tempat, misalnya dari barat ke timur, dari pinggir ke tengah, dari dalam kebagaian luar dan sebgainya.
3.      Tips menulis paragraf narasi
Paragraf narasi dapat disusun dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Mendaftar topic-topik yang dapt dikembangkan menjadi paragraph naratif.
Contoh :
a)      Mbah parto sakit
b)      Mbah parto semakin kurus
b.      Menyususn kerangka paragraf naratif berdasarkan topic-topik itu dengan pola kronologis dan spasial.
Contoh :
Topic-topik tersebut lebih tepat apabila disusun dengan pola kronologisnya. Oleh karena itu, susunan kerangkanya adalah sebagaio berikut.
a)      Mbah parto berpisah dengan burung perkututnya.
c.       Mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi paragraf naratif.
d.      Menyunting paragraf dengan memperhatikan kebenaran isinya, ketepatan pola atau susunannya, serta ejaannya.
4.      Menggunakan kata ulang dalam paragraf narasi
a.       Bentuk-bentuk kata ulang.
Dalam bahasa Indonesia, kata ulang terbagi kedalam empat bentuk yaitu :
1)      Perulangan seluruh bentuk kata dasar.
Perulangan ini disebut juga dengan perulangan utuh atau dwilingga. Perulangan utuh terdiri atas dua macam, pertama perulaangan terhadap kata dasar. Kedua, perulangan terhadap kata berimbuhan.
Contoh
Bentuk Dasar
Bentuk Perulangan
Ombak
Batu
Kenangan
Pelajar
Ombak-ombak
Batu-batu
Kenangan-kenangan
Pelajar-pelajar

2)      Perulangan berimbuhan
Perulangan berimbuhan adalah bentuk perulangan yang disertai dengan pengimbuhan.
Contoh :
Bentuk dasar
Bentuk perulangan
Jauh
Lama
Putih
Ungu
Sejauh-jauhnya
Selama-lamanya
Seputih-putihnya
Keungu-unguan

3)      Perulangan berubah bunyi
Kata ulang berubah bunyi atau kata ulang Salin suara adalah bentuk perulangan yang disertai dengan perubahan bunyi. Perubahan bunyi tersebut ada yang terjadi pada vocal atau pada bunyi konsonan.
Contoh :
Bentuk dasar
Bentuk perulangan
Balik
Beras
Gerak
Lauk
Sayur
Bolak-balik
Beras-petas
Gerak-gerik
Lauk-pauk
Sayur-mayur

4)      Perulangan sebagian
Perulangan sebagian atau kata ulang dwipurwa adalah bentuk berulangan yang terjadi hanya pada sebagian bentuk dasar atau sebagian suku katanya.
Contoh :
Bentuk dasar
Bentuk perulangan
Berjalan
Berkata
Gunung
Mainan
Melihat
Pohon
Batu
Berjalan-jalan
Berkata-kata
Gunung-gemunung
Main-mainan
Melihat-lihat
Pepohonan
Bebatuan

b.      Makna kata ulang
Kata ulang memiliki beberapa makna, yaitu :
1)      Banyak tak tertentu / baermacam-macam
Contoh :
Lauk-pauk                                           buah-buahan
Bebatuan                                             pepohonan
2)      Menyerupai
Contoh :
Kuda-kudaan                                      orang-orangan
Kucin-kucingan                                   robot-robotan

3)      Agak atau melemahkan sesuatau yang disebut pada kata dasar
Contoh :
Kehijau-hijauan
Keinggris-inggrisan                             sakit-sakitan

4)      Intensitas kualitatif
Contoh :
Keras-keras                                         segiat-giatnya
Kuat-kuat                                            setinggi-tingginya

5)      Intensitas kuantitatif
Contoh :
Bercakap-cakap                                   manggut-manggut
Berlari-lari                                           mengangguk-ngangguk

6)      Makna kolektif
Contoh :
Dua-dua                                              kedua-duanya
Empat-empat                                       ketiga-tiganya

7)      Kesalingan
Contoh :
Berpandang-pandangan                      pukul-pukulan
Bersalam-salaman                               tending-menendang

BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Paragraf  narasi diartikan sebagai paragraf yang berisi cerita atau kejadian, yaitu paragraph yang menjelaskan / menguraikan suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu.
Dengan mengetahui pengertian dari paragraf narasi, kita akan lebih bisa membuat karangan yang bagus, karena dengan mengtahui artinya dan maksud yang terkandung didalamnya kita akan bisa mengembangkan paragraph tersebut menjadi cakupan yang lebih luas.
B.     SARAN
Dengan mengetahui arti dari paragraf narasi akan lebih mempermudah bagi para siswa SMA HARAPAN untuk dapat mengembangkan sebuah cerita menjadi lebih menarik.
Kepada para siswa SMA harapan agar lebih giat belajar dalam memahami pengertian dari definisi paragraf narasi.

makalah - Menemukan ide pokok berbagai teks non sastra dengan tekhnik membaca cepat.


BAB I
PENDAHULUAN
Membaca merupakan sebuah keterampilan yang bergantung pada penentuan teknik membaca dan tujuannya. Salah satu teknik membaca yang sering digunakan adalah membaca cepat.
Membaca cepat adalah teknik membaca dengan tujuan untuk menemukan dan mendapatkan ide pokok bacaan, serta memahami isi bacaan dengan cepat. Teknik ini dilakukan tanpa membaca secara keseluruhan tetapi hanya sekilas.
Hal yang terpenting pada saat membaca adalah konsentarasi. Usahakan untuk menciptakan suasana membaca yang menyenangkan. Suasana membaca yang menenangkan adalah       suasana yang tenang.   Selain itu, hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan saat membaca adalah pemahaman terhadap isi. Jika saat membaca menemukan istilah “asing”, sebaiknya kamu jangan berhenti membaca. Teruskan membaca, tafsirkan makna kata “asing” berdasarkan konteks kalimat. Hindari pula kebiasaan menunjuk kata yang kamu baca atau membaca kata per kata dengan diikuti gerakan kepala (dari kiri kekanan). Sesungguhnya, yang digerakkan saat membaca adalah bola mata, bukan kepala. Oleh karena itu, teruslah melatih gerakan bola mata dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah secara berulang-ulang.
Maka dari itu disini penulis membatasi pembuatan makalah bahasa Indonesia ini menjadi point-point yang lebih terperinci mengenai bagaimana cara membaca cepat dan juga bisa mengetahui jenis paragraf yang juga di batasi hanya pada paragraf dekskripsi dan paragraf narasi saja.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Menemukan ide pokok berbagai teks non sastra dengan tekhnik membaca cepat.
Untuk memudahkan anda dalam memahami ide pokok sebuah teks nonsastra, sebaiknya anda memahami dahulu hal-hal berikut.
1.      Teks nonsastra
Suatu teks terbagi kedalam dua jenis, yakni teks sastra dan teks nonsastra.
a.       Teks sastra, contohnya puisi, cerpen, novel, drama.
b.      Teks non sastra, contohnya berita, artikel, esai, laporan , biografi.
Tujuan seseorang membaca teks sastra, pada umumnya, adalah untuk mengetahui pengalaman orang lain dan memperoleh hiburan. Coba saja anda pikirkan kembali, apa yang anda temukan ketika membaca cerpen ? ketika anda membaca cerpen, misalnya, anda , menemukan cerita perjalanan hidup yang dialami tokohnya. Selain itu jika dalam cerpen tersebut ada cerita-cerita unik dan lucu, tentunya anda akan dibuat tertawa dan terkesan.
Akan tetapi tidak demikian halnya ketika anda membaca berita, artikel ataupun teks nonsastra lainnya yang anda peroleh ketika itu adalah sejumlah informasi, pengetahuan dan wawasan.
2.      Tekhnik membaca cepat.
Membaca cepat dilakukan dengan gerakan mata yang menyapu halaman demi halaman dari bacaan dengan kecepatan tinggi. Membaca cepat dapat dilakukan dengan berbagai tekhnik. Salah satu diantaranya adalah dengan tekhnik fiksasi, berikut adalah langkah-langkahnya.
1)      Sediakanlah kertas yang diberi gambar berupa titik-titik.
2)      Gerakkanlah mata dengan mengikuti titik-titik hitam itu secara cepat.
3)      Ulangilah latihan itu berkali-kali dengan titik-titik hitam yang semakin dijarangkan.
4)      Terapkanlah latihan itu terhadap bacaan sesungguhnya. Bacalah sebuah halaman dalam bacaan itusecara cepat. Tidak usah setiap kata and abaca, melainkan baris atau kata tertentu saja. Misalnya, pada baris pertama saja, baris terakhir saja atau bagian-bagian lain yang anda anggap penting dalam halaman itu.
Proses membaca cepat dapat dilakukan dalam berbagai tekhnik. Pemilihan tekhnik-tekhnik tersebut bergantung pada jenis bacaannya. Bentuk zig-zag digunakan untuk teks yang sulit, bentuk spiral untuk teks yang agak sulit, dan bentuk diagonal ataupun vertical untuk teks yang mudah, misalnya surat kabar.
3.      Rumus membaca cepat
Membaca tidak hanya harus cepat , tetapi juga harus paham. Sesorang dikatakan memahami suatu bacaan dengan baik, apabila ia dapat menjawab dengan benar skurang-kurangnya 75 % dari seluruh pertanyaan yang disediakan.
Untuk menegetahui kecepatan sekaligus pemahaman dalam membaca anda dapat menggunakan rumus berikut :
Kpm = Q x 60
             t
keterangan :
Kpm          = Kecepatan Per Menit
Q               = Jumlah Kata Yang Dibaca
T                = Waktu Dalam Detik
60              = Satuan Detik Dalam Satu Menit
Contoh perhitungan sebagai berikut. Ami membaca sebuah teks dengan jumlah kata sebanyak 1000 kata. Kecepatan membacanya 5 menit 10 detik. Dengan demikian ami memiliki kpm
Q               = 1000 kata
t                 = 5 menit 10 detik atau ( 5 x 60 ) + 10 = 310 detik
kpm           = 1000/310 x 60 = 193,5 kpm
kpm sebesar ini dianggap dibawah standar. Pembaca seusiamu minimal 250 kpm. Hal ini karena semakin tinggi usia seseorang maka standar membacanya pun idealnya semakin meningkat.
4.      Pengertian ide pokok
Pengertian dan Definisi Ide Pokok ialah salah satu tujuan dalam membaca cepat. Bisa dikatakan juga menangkap suatu gagasan utama yang melandasi pengembangan bacaan dalam suatu kalimat atau paragraf.
Ide pokok adalah inti yang dibicarakan dalam teks. Keberadaan ide pokok tersebut dapat ditemukan diawal (deduktif), diakhir (induktif), dan diawal dan diakhir (campuran). Dalam satu paragraf hanya ada satu ide pokok dan sisanya adalah kalimat penjelas. Apabila ide pokok terdapat diawal dan diakhir tetap saja ide pokoknya satu karena awal dan akhir memiliki ide yang sama. Biasanya terdapat kata kunci untuk ide pokok, contohnya:
-          Jadi, …
-          Dengan demikian …
-          Intinya …
-          Pokoknya …
-          Akan tetapi ….
Cara mencari ide pokok :
1.      Membaca hendaklah bisa menemukan ide pokok tersebut.
2.      Janganlah membuang waktu dengan membaca terbata-bata.
3.      Harus menyerbu kepada ide pokok.
4.      Apabila dalam membaca untuk mendapatkan ide pokok, maka akan terdetail secara terurus.
Letak Ide Pokok :
1.      Ide pokok Buku - Buku keseluruhan mempunyati ide pokok secara umum
2.      Ide pokok bab - Pada page ide pokok bab pastilah mempunyai ide pokok yang agak spesifik
3.      Ide pokok bab/sub bab -Bagian bab memiliki ide pokok yang lebih spesifik.
4.      Ide pokok paragraf - Paragraf memiliki ide pokok yang amat spesifik.
Setelah kita mengetahui bagaimana cara membaca cepat dan menemukan ide pokoknya selanjutnya yang akan kita bahas adalah jenis paregraf apa yang terdapat pada bacaan tersebut. Disini penu
B.     PARAGRAF DEKSKRIPSI
1.      Pengertian Paragraf Deskripsi 
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Paragraf deskripsi adalah jenis paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. agar menjadi sebuah deskripsi yang baik, penulis sebaiknya menggunakan kata-kata yang dapat merangsang pancaindera pembaca, sehingga pembaca seolah-olah melihat merasakan, apa yang dirasakan penulis. 
2.      Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti:
·         Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
·         Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
·         Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
·         Banyak menggunakan kata-kata atau frasa yang bermakna keadaan atau sifat ( frasa adjektif ).

3.      Pola pengembangan paragraf deskripsi:
·         Paragraf Deskripsi Spasial ( keruangan ), paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat.
Misalnya :
-          Di antara daun kayu
-          Di kakinya
·         Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.
·         Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.

Contoh1
Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik di kota kelahiranku. Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang dikelompokkan menurut farmakologinya dan disusun alfabetis. Pandangan saya tertuju pada rak buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO. Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. buku ini adalah buku pertama yang kubeli saat aku kuliah dulu. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah computer di meja kasir.

C.    PARAGRAF NARASI
1.      Pengertian Paragraf Narasi
Secara sederhana, paragraf narasi diartikan sebagai paragraph yang berisi cerita atau kejadian. Lebih jelasnya lagi, paragraf narasi adalah paragraf yang menjelaskan atau menguraikan suatu peristiwa atau peristiwa berdasarkan urutan waktu.

2.      Menulis gagasan dalam bentuk paragraf naratif
Paragraf adalah suatu kumpulan kalimat yang mempunyai hubungan kohesi dan koherensi. Dalam suatu paragraf harus mempunyai satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Fungsi kalimat penjelas adalah menjelaskan secara mendetail tentang kalimat utama. Kalimat utama adalah kalimat yang menggambarkan inti permasalahan yang dibicarakan dalam paragraf tersebut. Adapun kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan atau mengembangkan kalimat utama. Oleh karena itu, kalimat penjelas sering disebut kalimat pengembang. Secara umum, paragraf naratif terbagi atas dua jenis, yaitu narasi urutan waktu atau narasi urutan tempat.
3.      Pola pengembangan narasi
Paragraf narasi dapat dikembangkan dengan berbagai pola, antara lain dengan urutan waktu dan urutan tempat.
a.       Urutan waktu disebut pola kronologis. Dalam pola ini, kejadian-kejadian yang diceritakan disampaikan dengan urutan waktu, misalnya dari pagi hingga pagi lagi, dari zaman dulu sampai zaman sekarang, dari permulaan hingga selesai, dan sebagainya.
b.      Urutan ruang disebut pula pola spasial. Dalam pola ini, kejadia-kejadian dalam paragraph disusun mengikutibagian-bagian dari suatu tempat, misalnya dari barat ke timur, dari pinggir ke tengah, dari dalam kebagaian luar dan sebgainya.
4.      Tips menulis paragraf narasi
Paragraf narasi dapat disusun dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Mendaftar topic-topik yang dapt dikembangkan menjadi paragraph naratif.
Contoh :
a)      Mbah parto sakit
b)      Mbah parto semakin kurus
b.      Menyususn kerangka paragraf naratif berdasarkan topic-topik itu dengan pola kronologis dan spasial.
Contoh :
Topic-topik tersebut lebih tepat apabila disusun dengan pola kronologisnya. Oleh karena itu, susunan kerangkanya adalah sebagaio berikut.
a)      Mbah parto berpisah dengan burung perkututnya.
c.       Mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi paragraf naratif.
d.      Menyunting paragraf dengan memperhatikan kebenaran isinya, ketepatan pola atau susunannya, serta ejaannya.
5.      Menggunakan kata ulang dalam paragraf narasi
a.       Bentuk-bentuk kata ulang.
Dalam bahasa Indonesia, kata ulang terbagi kedalam empat bentuk yaitu :
1)      Perulangan seluruh bentuk kata dasar.
Perulangan ini disebut juga dengan perulangan utuh atau dwilingga. Perulangan utuh terdiri atas dua macam, pertama perulaangan terhadap kata dasar. Kedua, perulangan terhadap kata berimbuhan.
Contoh
Bentuk Dasar
Bentuk Perulangan
Ombak
Batu
Kenangan
Pelajar
Ombak-ombak
Batu-batu
Kenangan-kenangan
Pelajar-pelajar

2)      Perulangan berimbuhan
Perulangan berimbuhan adalah bentuk perulangan yang disertai dengan pengimbuhan.
Contoh :
Bentuk dasar
Bentuk perulangan
Jauh
Lama
Putih
Ungu
Sejauh-jauhnya
Selama-lamanya
Seputih-putihnya
Keungu-unguan

3)      Perulangan berubah bunyi
Kata ulang berubah bunyi atau kata ulang Salin suara adalah bentuk perulangan yang disertai dengan perubahan bunyi. Perubahan bunyi tersebut ada yang terjadi pada vocal atau pada bunyi konsonan.
Contoh :
Bentuk dasar
Bentuk perulangan
Balik
Beras
Gerak
Lauk
Sayur
Bolak-balik
Beras-petas
Gerak-gerik
Lauk-pauk
Sayur-mayur

4)      Perulangan sebagian
Perulangan sebagian atau kata ulang dwipurwa adalah bentuk berulangan yang terjadi hanya pada sebagian bentuk dasar atau sebagian suku katanya.
Contoh :
Bentuk dasar
Bentuk perulangan
Berjalan
Berkata
Gunung
Mainan
Melihat
Pohon
Batu
Berjalan-jalan
Berkata-kata
Gunung-gemunung
Main-mainan
Melihat-lihat
Pepohonan
Bebatuan

b.      Makna kata ulang
Kata ulang memiliki beberapa makna, yaitu :
1)      Banyak tak tertentu / baermacam-macam
Contoh :
Lauk-pauk                                           buah-buahan
Bebatuan                                             pepohonan
2)      Menyerupai
Contoh :
Kuda-kudaan                                      orang-orangan
Kucin-kucingan                                   robot-robotan

3)      Agak atau melemahkan sesuatau yang disebut pada kata dasar
Contoh :
Kehijau-hijauan
Keinggris-inggrisan                             sakit-sakitan

4)      Intensitas kualitatif
Contoh :
Keras-keras                                         segiat-giatnya
Kuat-kuat                                            setinggi-tingginya

5)      Intensitas kuantitatif
Contoh :
Bercakap-cakap                                   manggut-manggut
Berlari-lari                                           mengangguk-ngangguk
6)      Makna kolektif
Contoh :
Dua-dua                                              kedua-duanya
Empat-empat                                       ketiga-tiganya
7)      Kesalingan
Contoh :
Berpandang-pandangan                      pukul-pukulan
Bersalam-salaman                               tending-menendang

BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Membaca yang baik bukan membaca perkata, melainkan membaca bagian-bagian penting dari bacaan itu. Untuk mengetahui kecepatan membaca anda dapat menghitungnya dengan Kpm ( kecepatan per menit ).
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu hal dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Hal yang digambarkan misalnya tentang keindahan alam, keadaan jasmanai, watak, atau perasaan seseorang. Pola paragraph deskrispsi antara lain meliputi pola pengembangan berdasarkan topik dan pola spasial.
Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian berdasarkan urutan waktu. Paragraf narasi dapat disusun dengan langkah-langkah berikut :
a.       Mendaftar topik-topik  yang dapat dikembangkan menjadi paragraf narasi.
b.      Menyusun kerangka pargraf narasi.
c.       Mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi paragraph narasi.
B.     SARAN
Sebagai bangsa Indonesia dan juga pelajar khususnya pelajarilah bahasa Indonesia dengan sebaik mungkin agar kita selaku pelajar bisa mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan kita. Dan juga bisa mengenalkan bahasa Indonesia kepada dunia internasional.



Copyright @ 2013 AGUNG_NET BLOG.