Saturday, 27 April 2013

DONGENG BAHASA INGGRIS/INDONESIA - PUTRI TANDAMPALIK


Dahulu, terdapat sebuah negeri yang bernama negeri Luwu, yang terletak di pulau Sulawesi. Negeri Luwu dipimpin oleh seorang raja yang bernama La Busatana Datu Maongge, sering dipanggil Raja atau Datu Luwu. Karena sikapnya yang adil, arif dan bijaksana, maka rakyatnya hidup makmur. Sebagian besar pekerjaan rakyat Luwu adalah petani dan nelayan. Datu Luwu mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik, namanya Putri Tandampalik. Kecantikan dan perilakunya telah diketahui orang banyak. Termasuk di antaranya Raja Bone yang tinggalnya sangat jauh dari Luwu.
Raja Bone ingin menikahkan anaknya dengan Putri Tandampalik. Ia mengutus beberapa utusannya untuk menemui Datu Luwu untuk melamar Putri Tandampalik. Datu Luwu menjadi bimbang, karena dalam adatnya, seorang gadis Luwu tidak dibenarkan menikah dengan pemuda dari negeri lain. Tetapi, jika lamaran tersebut ditolak, ia khawatir akan terjadi perang dan akan membuat rakyat menderita. Meskipun berat akibat yang akan diterima, Datu Lawu memutuskan untuk menerima pinangan itu. "Biarlah aku dikutuk asal rakyatku tidak menderita," pikir Datu Luwu. Beberapa hari kemudian utusan Raja Bone tiba ke negeri Luwu. Mereka sangat sopan dan ramah. Tidak ada iringan pasukan atau armada perang di pelabuhan, seperti yang diperkirakan oleh Datu Luwu. Datu Luwu menerima utusan itu dengan ramah. Saat mereka mengutarakan maksud kedatangannya, Datu Luwu belum bisa memberikan jawaban menerima atau menolak lamaran tersebut. Utusan Raja Bone memahami dan mengerti keputusan Datu Luwu. Mereka pun pulang kembali ke negerinya.  
Keesokan harinya, terjadi kegaduhan di negeri Luwu. Putri Tandampalik jatuh sakit. Sekujur tubuhnya mengeluarkan cairan kental yang berbau anyir dan sangat menjijikkan. Para tabib istana mengatakan Putri Tandampalik terserang penyakit menular yang berbahaya. Berita cepat tersebar. Rakyat negeri Luwu dirundung kesedihan. Datu Luwu yang mereka hormati dan Putri Tandampalik yang mereka cintai sedang mendapat
musibah.
 Setelah berpikir dan menimbang-nimbang, Datu Luwu memutuskan untuk mengasingkan anaknya. Karena banyak rakyat yang akan tertular jika Putri Tandampalik tidak diasingkan ke daerah lain. Keputusan itu dipilih Datu Luwu dengan berat hati. Putri Tandampalik tidak berkecil hati atau marah pada ayahandanya. Lalu ia pergi dengan perahu bersama beberapa pengawal setianya. Sebelum pergi, Datu Luwu memberikan sebuah keris pada Putri Tandampalik, sebagai tanda bahwa ia tidak pernah melupakan apalagi membuang anaknya.
Setelah berbulan-bulan berlayar tanpa tujuan, akhirnya mereka menemukan sebuah pulau. Pulau itu berhawa sejuk dengan pepohonan yang tumbuh dengan subur. Seorang pengawal menemukan buah Wajao saat pertama kali menginjakkan kakinya di tempat itu. "Pulau ini kuberi nama Pulau Wajo," kata Putri Tandampalik.
 Sejak saat itu, Putri Tandampalik dan pengikutnya memulai kehidupan baru. Mereka mulai dengan segala kesederhanaan. Mereka terus bekerja keras, penuh dengan semangat dan gembira. Pada suatu hari Putri Tandampalik duduk di tepi danau. Tiba-tiba seekor kerbau putih menghampirinya. Kerbau bule itu menjilatinya dengan lembut. Semula, Putri Tandampalik hendak mengusirnya. Tapi, hewan itu tampak jinak dan terus menjilatinya. Akhirnya ia diamkan saja. Ajaib! Setelah berkali-kali dijilati, luka berair di tubuh Putri Tandampalik hilang tanpa bekas. Kulitnya kembali halus dan bersih seperti semula. Putri Tandampalik terharu dan bersyukur pada Tuhan, penyakitnya telah sembuh. "Sejak saat ini kuminta kalian jangan menyembelih atau memakan kerbau bule, karena hewan ini telah membuatku sembuh," kata Putri Tandampalik pada para pengawalnya. Permintaan Putri Tandampalik itu langsung dipenuhi oleh semua orang di Pulau Wajo hingga sekarang. Kerbau bule yang berada di Pulau Wajo dibiarkan hidup bebas dan beranak pinak. Di suatu malam, Putri Tandampalik bermimpi didatangi oleh seorang pemuda yang tampan. "Siapakah namamu dan mengapa putri secantik dirimu bisa berada di tempat seperti ini?" tanya pemuda itu dengan lembut. Lalu Putri Tandampalik menceritakan semuanya. "Wahai pemuda, siapa dirimu dan dari mana asalmu ?" tanya Putri Tandampalik. Pemuda itu tidak menjawab, tapi justru balik bertanya, "Putri Tandampalik maukah engkau menjadi istriku?" Sebelum Putri Tandampalik sempat menjawab, ia terbangun dari tidurnya. Putri Tandampalik merasa mimpinya merupakan tanda baik baginya.
Sementara, nun jauh di Bone, Putra Mahkota Kerajaan Bone sedang asyik berburu. Ia ditemani oleh Anre Guru Pakanyareng Panglima Kerajaan Bone dan beberapa pengawalnya. Saking asyiknya berburu, Putra Mahkota tidak sadar kalau ia sudah terpisah dari rombongan dan tersesat di hutan. Malam semakin larut, Putra Mahkota tidak dapat memejamkan matanya. Suara-suara hewan malam membuatnya terus terjaga dan gelisah.
Di kejauhan, ia melihat seberkas cahaya. Ia memberanikan diri untuk mencari dari mana asal cahaya itu. Ternyata cahaya itu berasal dari sebuah perkampungan yang letaknya sangat jauh. Sesampainya di sana, Putra Mahkota memasuki sebuah rumah yang nampak kosong. Betapa terkejutnya ia ketika melihat seorang gadis cantik sedang menjerang air di dalam rumah itu. Gadis cantik itu tidak lain adalah Putri Tandampalik. "Mungkinkah ada bidadari di tempat asing begini ?" pikir putra Mahkota. Merasa ada yang mengawasi, Putri Tandampalik menoleh. Sang Putri tergagap," rasanya dialah pemuda yang ada dalam mimpiku," pikirnya. Kemudian mereka berdua berkenalan. Dalam waktu singkat, keduanya sudah akrab dan akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia


 PRINCESS TANDAMPALIKFirst, there is a country called Luwu country, which is located on the island of Sulawesi. Luwu country led by a king named La Busatana Datu Maongge, often called the King or Datu Luwu. Because of his fair, wise and prudent, then its people prosper. Most of the work of the people are farmers and fishermen Luwu. Datu Luwu have a very beautiful daughter, named Princess Tandampalik. Beauty and the behavior has been known to many people. Bone including King who lived very far from Luwu.Bone king wanted to marry his daughter, the Princess Tandampalik. He sent several emissaries to meet Datu Luwu to apply for Princess Tandampalik. Datu Luwu be indecisive, because in some cultures, a girl justified Luwu not marry a boy from another country. However, if the application is rejected, he worries there will be a war and it will make people suffer. Despite heavy due to be received, Datu Lawu decided to accept the proposal. "Let me be damned origin of my people do not suffer," thought Datu Luwu. Few days later King Bone messenger arrived to the country Luwu. They are very polite and friendly. There is no army or fleet accompaniment of war in the harbor, as estimated by the Datu Luwu. Datu Luwu received the messengers kindly. When they expressed purpose of his arrival, Datu Luwu can not give an answer accept or reject such applications. King Bone envoy to comprehend and understand the decision Datu Luwu. They also went back to his country.The next day, there was uproar in the country Luwu. Tandampalik daughter fell ill. Her whole body secrete a viscous liquid that smells rancid and very disgusting. The royal physician said Princess Tandampalik dangerous infectious disease. News quickly spread. Overwhelmed with grief Luwu country folk. Datu Luwu they respect and daughter Tandampalik their loved being awardeddisaster.

 
After thinking and pondering, Datu Luwu decided to alienate her. Since many people will be affected if the Princess Tandampalik not exiled to other regions. The decision was chosen Datu Luwu with a heavy heart. Princess Tandampalik not discouraged or angry at his father. Then he went to the boat with some of his loyal bodyguards. Before leaving, Datu Luwu give a dagger to the Princess Tandampalik, as a sign that he has never forgotten let alone dump him.After months of sailing aimlessly, eventually they find an island. The island with a cool temperate trees thrive. A guard found Wajao fruit when you first set foot in that place. "I gave the name of this island Wajo Island," said the Princess Tandampalik.

 
Since then, Princess Tandampalik and his followers begin a new life. They began with propriety. They continue to work hard, full of spirit and joy. One day Tandampalik daughter sitting on the edge of the lake. Suddenly a white buffalo approached. Albino buffalo lick it gently. Initially, Princess Tandampalik about to throw him out. However, animals that seem tame and kept licking. Finally he let stand alone. Magic! After repeated licked, watery wound in the body of Princess Tandampalik disappeared without a trace. Her skin was smooth and clean again as before. Tandampalik daughter touched and grateful to God, the disease has been cured. "From now on I want you do not slaughter or eat buffalo Caucasians, because these animals make me better," said Princess Tandampalik on bodyguards. Princess Tandampalik request was immediately complied with by all people on the island Wajo until now. Albino buffalo that was in the island Wajo allowed to live freely and breed. In one night, Princess Tandampalik dreamed of a handsome young man. "What is your name and why the princess as beautiful as you can be in a place like this?" he asked gently. Then Tandampalik daughter told me everything. "O youth, who you are and where you come from?" asked Princess Tandampalik. The young man did not answer, but instead asked in return, "Princess Tandampalik will you be my wife?" Before Tandampalik daughter could answer, he awoke from his sleep. Tandampalik daughter felt her dream is a good sign for him.While, far away in Bone, Crown Royal Bone was busy hunting. He was accompanied by ANRE Teacher Pakanyareng Commander Royal Bone and several bodyguards. Was so much fun hunting, Crown Prince does not realize that he has been separated from the group and got lost in the woods. Long after dark, the Crown can not close his eyes. Animal noises the night to keep her awake and restless.In the distance, he saw a beam of light. He ventured to find from where the light was. It turns out that the light comes from a village that is located very far away. When I got there, the Crown entered a house that looks empty. How shocked he was when he saw a beautiful girl being boiled water in the house. The beautiful girl is none other than Princess Tandampalik. "Could there be angels in a strange place like this?" thought son the Crown. Feel someone is watching, Princess Tandampalik turned. Stammered the princess, "the young man who feels he is in my dreams," she thought. Then they both met. In a short time, both familiar and eventually they married and lived happily

0 komentar:

Post a Comment

tulislah komentar yang baik, kalau kritik boleh untuk membangun blog

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites