Sunday, 27 January 2013

CERPEN-RUMAH KOS ANGKER


RUMAH KOS ANGKER

“apa ? kamu mau pindah lagi ros ? “
“ iya, aku nggak betah disana, rumahnya seram dan banyak hantunya.”
“ rosa …. Rosa, kamu ini ada-ada saja mana ada sih hantu di zaman sekarang, itu Cuma mitos, lagian baru satu bulan kamu kos disitu, masa udah mau pindah mau jadi pemecah recor ya ? “
“ wah …. Ide bagus tuh. Nanti akucoba daftarin namaku di muri ya ? “
“ hmmmmm…. Kalau begini terus, kuliahmu bisa terganggu ros ? tiap bulan sibuk pindah aja. Mana barang-barang yang di bawa banyak lagi, jangan-jangan kamu ke sini bukan buat kuliah ros, tapi survey tempat tinggal !!
“ he he he … pokoknya besok siang temenin aku cari rumah kos yang baru ya, pesek?
“ ogah ah …
“ ayo lah da, masa kamu tega sama aku. Tau nggak da tengah malam aku selalu dihantui oleh bayang-bayangan yang seram. Pokoknya aku udah nggak tahan tinggal dirumah itu, pliss dong rida…
“ giliran ada maunya, pliss dong rida” coba aja kalau nggak, aku dipanggil “ pesek “ padahal orang tuaku dulu ngasih nama pakai motong kambing, tauu !!
“ itu kan panggilan sayang aku buat kamu. Satu-satunya yang panggil kamu dengan sebutan “ pesek “ itu kan Cuma aku…
“ ya, dulu Cuma kamu, tapi sekarang temen-temen akau dicampus pada manggil aku pesek.
“ oh ya ? rosa mengangguk kepala. Bisa kan pesek ? ayolah .. kamu kan temen aku yang  paling baik, paling imut, super-super paling lah pokoknya.
“ stop … stop !! oke besok aku temani . “
“ thank you pesek. “
Rosa namaku, Cuma rosa, dulu kupikir namaku adalah nama yang paling singkat di dunia, hanya R-O-S-A, empat huruf, tapi masih ada yang namanya lebih sederhana dariku, dikampus ini kutemukan MEI, tiga huruf. Aku merasa cukup senang dan aku mengurungkan niatku untuk memberi tambahan sedikit dibelakang namaku, yaitu “ROSALINA”.
Tapi mungkin pengaruh namaku yang singkat aku adalah orang yang sangat cepat dalam bertindak dan mengambil keputusan ( walau kadang-kadang keliru dan nyesel ) termasuk dalam memilih rumah kos yang sedang menjadi kasus sekarang ini.
Sekarang aku sedang mencari kos yang baru terus terang aku baru enam bulan kuliah tapi udah pindah rumah lima kali, rumah pertama aku tinggal disana genap tiga puluh hari, tapi kamar mandinya jorok dan air juga sulit, sebenarnya aku senang tinggal disana, tapi entah bagaimana ceritanya, bulan berikutnya aku sudah berada dirumah kos yang kedua, dirumah kos yang kedua usia aku menempati rumah itu benar-benar singkat, Cuma lima hari. Riwayatku selesai karena aku menggebuk anak pemilik kos yang suka mengintip aku sedang mandi. Rumah yang ketiga aku boleh bangga bertahan hampir dua bulan. Aku karena tiba-tiba yang punya rumah kos pelihara anjing untuk nakut-nakuti pencuri. Kalau satu aku sih masih maklum, tapi enggak tanggung-tanggung tiga sekaligus hiii… aku nggak suka anjing !!
Untuk rumah yang keempat, aku punya banyak alasan kenapa harus pergi dari rumah yang membosankan itu. Selain persoalan rumah angker, ibu kosnya juga cerewet, aku muak terus temen-temen aku juga suka pulang tengah malam.
So …. Sing ini habis kuliah, aku dan rida mendatangi rumah-rumah kos yang layak ditempati. Hari gini agak sulit mencari kamar yang nganggur. Soalnya musim wisuda dan penerimaan siswa baru. Dari siang sampai menjelang magrib hanya tiga rumah yang bisa menampung penghuni baru.
“ menurutmu gimana pesek ?” tanyaku kepada rida.
“ apanya gimana ? “
“ dari ketiga rumah yang tadi, mana yang paling bagus menurutmu ?”
“ ooo … kalau yang paling bagus sih yang deket sama kampus tadi rumahnya bertingkat, cantik ada tamannya, kamarnya luas , fasilitas oke, terus dekat dengan kampus lagi, wah … serasa disurga hidupmu ros. “
“ akhir-akhir ini suka nggak nyambung deh ngomong sama si pesek. Kalau pertimbangannya itu aku juga tahu !”
“ begini saja, kita pertimbangkan aja dulu nggak ros, menurutku itu tempat yang paling layak dijadikan tempat persinggahanmu ros. “
“ ah … nggak usah terlalu dramatis gitulah, kayak main sinetron aja. “
“ ehh, tapi aku serius ros jangan sampai salah pilih tempat inggal lagi. Pokoknya ini terakhir aku nemeni kamu angkat-angkat barang, sampai udah lima kali pindah kos … untung nggak pindah universitas.!
“apa ? “
“ aku bilang untung nggak pindah universitas ! makanya, ngambil keputusan itu dipikirkan mateng-mateng ros “
“ iya deh pesek, aku ikutin saran kamu “
“ hhmmm … bagusss” !!
“ tapi pendapat ku apa rumah itu tidak terlalu mewah untuk tempat tinggal anak kos, warna cat rumahnya norak.”
“ ya sih, tapi tu kan bisa di atur, terus selain mewah dan catnya norak apa lagi yang minus ? “
“ hhmmm… sebenarnya aku suka rumah itu, yang tinggal disana kelihatannya juga ramah-ramah.”
“ menurutku juga begitu ros. “
“ ya, sudah besok bantu aku pindah ya ? “
“ huff … lagi-lagi ! pikirkan aja dulu ros, pindah kali ini kalau bisa yang terakhir kalinya selama kuliah.”
“mikirnya sampai berapa lama pesek.”
“ tiga hari “ !
“ lama amat sampai tiga hari, satu hari aja ya ?”
“ yang beginian kok ditawar sih, ya udahlah terserah kamu aja ros !”
“thank you pesek “
“ mudah-mudahan kamu betah tinggal disini ya ros, kata rida sore itu.”
“ kalau aku betah disini, berarti aku nggak jadi masuk rekor MURI donk !”
“ nggak wawww tu ros, masak masuk rekor MURI gara-gara pindah rumah kos ehh … sudah sore nih, aku pulang dulu ya ros.”
“ oke … makasih banyak ya, pesek udah bantuin aku pindah dan beres-beres. Salam buat ibu-bapak, bilang aku udah pindah, mudah-mudahan ini rumah terakhir sampai aku tamat kuliah. “
“ amin … “
“ tirai putih, nama tempat kos ku yang baru. Disini ada Sembilan kamar, tiap kamar akan diisi dua orang. Uniknya kamar-kamar tidak boleh dihuni oleh makhluk yang setingkat.
“maksudnya ros ? “
“ maksudnya, dua orang dikamar itu salah satunya ada yang lebih tua, system kakak adik gitu.”
“ ohh.. begitu !
“ selain ketentuan kamar yang tidak tertulis dan telah berlangsung sejak lama, ada banyak peraturan disini, peraturan itu diketik rapid an dipasang diruang tamu dan dikamar masing-masing, tertanda yang punya rumah ibu jumitun.
“ peraturan pertama, nggak boleh keluar dari jam 21.00 wib, kecuali penting atau darurat. Dari dulu aku juga malas keluar malam.”
“ peraturan kedua, kalau mau bepergian jauh, harap tinggalkan pesan ke teman. Tentu saja ntar kalau ada apa-apa nggak ada yang tahu kan bisa bahaya.
“ peraturan ketiga, tamu laki-laki hanya boleh duduk diluar dan tidak boleh berkunjung lewat jam Sembilan malam. He.. he.. he .. akhirnya ada juga rumah yang ngurusin masalah tamu cowok.
“ peraturan keempat dan sampai peraturan yang ketujuh, aku terima-terima aja, setuju deh pokoknya.”
Tradisi disini juga lain dari yang lain malam pertamaku dipondok tirai putih cukup menyenangkan. Diantara keempat rumah yang pernah kutinggali, tidak ada yang pernah menyelenggarakan perkenalan seperti ini, semua anggota rumah dikumpulkan lalu saling memperkenalkan diringgak ada yang sombong.
Ternyata penghuni rumah ini mewakili hamper setiap fakultas yang ada di universitas kami. Lama mereka kuliah pun berfariasi ada yang semester satu sama seperti aku, ada semester tiga, lima tujuh sampai sebelas. Teman satu kamarku fakultas ekonomi semester lima. Orangnya gemuk, sepanjang acara perkenalan tadi suara tawa selalu kedengaran palaing keras, namaya tutiasi. Heran aku merasa sudah lama kenal dengan mereka. Mudah-mudahan aku nggak salah pilih rumah kos lagi.
“ hehh, siapa nama kamu ?” desi penghuni kamar nomor Sembilan
“ ohh penghuni baru ya ?” apa urusanmu tanya endang ?”
“ dia mirip temanku yang bunuh diri dikamar no sembilan itu.
“ bunuh diri bisikku dalam hati tapi ternyata suaraku keluar juga “ kenapa dia bunuh diri ? namanya siapa ?
“ namanya linda, bunuh diri karena stress !
“ jangan percaya, berhenti kau berbual. Keluar .... ! asti mendorong desi dasar setan tukang bohong, rara membantu memegang tangan desi.
“ tidak, aku tidak bohong. Sepuluh tahun yang lalu memang ada cewek cantik yang bunuh diri di kamar no sembilan itu, dia bunuh diri pakai pisau dan tubuhnya berlumuran darah.
“ keluar kau dari tubuh desi ! teriak melly.
“ ha... ha ... ha ... keluar !! nggak la yauu !!” sikap desi makain tak terkendali.
“ oke kalau kau tidak mau keluar, kami yang akan mengeluarkanmu. Rara bacain ayat kursi, melly memegang kuat-kuat tangan desi.
“ tutiasi, melly, asti, indah juga memegangi tubuh desi. Aku hanya berdiri jadi penonton seumur-umur baru kali ini aku melihat orang kesurupan.
“ melly dan rara mulai membaca ayat kursi.
“ ahh... nggak mempan bodoh !! aku ini muslim, aku tahu apa yang kau baca itu ‘
Lanjut aja ra,jangan dengarkan kata asti.”
“ kalau kau muslim, kenapa kau menyakiti desi “
“ huff... aku sudah mulai lelah mendengar omong-omong kesurupan ini. Sudah tiga jam, jin itu belum juga mau keluar dari tubuh desi, capek !  setaip minggu ada saja yang kesurupan.
“ ohh... tuhan... apa mungkin aku salah pilih kos lagi ? lain kali sebelum memutuskan untuk pindah aku akan pikir-pikir dulu lama-lama, dan aku harus menanyakan “ apa dirumah ini ada penangkal setan ? “



0 komentar:

Post a Comment

tulislah komentar yang baik, kalau kritik boleh untuk membangun blog

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites