Author: dewi astuti
•01:42

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH

Proses kegiatan belajar-mengajar dikatakan berhasil apabila siswa  dianggap telah belajar. Siswa dikatakan telah belajar apabila tujuan  pembelajaran yang dirumuskan dapat dikuasai siswa. Setiap program  pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan  perhatian pada siswa. Program pembelajaran direncanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa serta diarahkan kepada perubahan tingkah  laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Agar komunikasi lewat lambang tulis dapat seperti yang diharapkan, penulis hendaklah menuangkan gagasannya ke dalam bahasa yang tepat, teratur, dan lengkap. Siswa biasanya tertarik menulis karangan yang mengambarkan atau medeskripsikan pengalaman yang dialami. Siswa ketika mengarang sering mengalami kesulitan  baik memilih kata, menyusun kalimat, dan ejaan. Siswa ketika mengarang narasi memerlukan pemikiran yang runtut sehingga mereka kurang tertarik untuk mengarang narasi.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Menulis gagasan dalam bentuk paragraf naratif
Paragraf adalah suatu kumpulan kalimat yang mempunyai hubungan kohesi dan koherensi. Dalam suatu paragraf harus mempunyai satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Fungsi kalimat penjelas adalah menjelaskan secara mendetail tentang kalimat utama. Kalimat utama adalah kalimat yang menggambarkan inti permasalahan yang dibicarakan dalam paragraf tersebut. Adapun kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan atau mengembangkan kalimat utama. Oleh karena itu, kalimat penjelas sering disebut kalimat pengembang. Secara umum, paragraf naratif terbagi atas dua jenis, yaitu narasi urutan waktu atau narasi urutan tempat.
1.      Definisi dan karakteristik narasi
Secara sederhana, paragraf narasi diartikan sebagai paragraph yang berisi cerita atau kejadian. Lebih jelasnya lagi, paragraf narasi adalah paragraf yang menjelaskan atau menguraikan suatu peristiwa atau peristiwa berdasarkan urutan waktu.
2.      Pola pengembangan narasi
Paragraf narasi dapat dikembangkan dengan berbagai pola, antara lain dengan urutan waktu dan urutan tempat.
a.       Urutan waktu disebut pola kronologis. Dalam pola ini, kejadian-kejadian yang diceritakan disampaikan dengan urutan waktu, misalnya dari pagi hingga pagi lagi, dari zaman dulu sampai zaman sekarang, dari permulaan hingga selesai, dan sebagainya.
b.      Urutan ruang disebut pula pola spasial. Dalam pola ini, kejadia-kejadian dalam paragraph disusun mengikutibagian-bagian dari suatu tempat, misalnya dari barat ke timur, dari pinggir ke tengah, dari dalam kebagaian luar dan sebgainya.
3.      Tips menulis paragraf narasi
Paragraf narasi dapat disusun dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Mendaftar topic-topik yang dapt dikembangkan menjadi paragraph naratif.
Contoh :
a)      Mbah parto sakit
b)      Mbah parto semakin kurus
b.      Menyususn kerangka paragraf naratif berdasarkan topic-topik itu dengan pola kronologis dan spasial.
Contoh :
Topic-topik tersebut lebih tepat apabila disusun dengan pola kronologisnya. Oleh karena itu, susunan kerangkanya adalah sebagaio berikut.
a)      Mbah parto berpisah dengan burung perkututnya.
c.       Mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi paragraf naratif.
d.      Menyunting paragraf dengan memperhatikan kebenaran isinya, ketepatan pola atau susunannya, serta ejaannya.
4.      Menggunakan kata ulang dalam paragraf narasi
a.       Bentuk-bentuk kata ulang.
Dalam bahasa Indonesia, kata ulang terbagi kedalam empat bentuk yaitu :
1)      Perulangan seluruh bentuk kata dasar.
Perulangan ini disebut juga dengan perulangan utuh atau dwilingga. Perulangan utuh terdiri atas dua macam, pertama perulaangan terhadap kata dasar. Kedua, perulangan terhadap kata berimbuhan.
Contoh
Bentuk Dasar
Bentuk Perulangan
Ombak
Batu
Kenangan
Pelajar
Ombak-ombak
Batu-batu
Kenangan-kenangan
Pelajar-pelajar

2)      Perulangan berimbuhan
Perulangan berimbuhan adalah bentuk perulangan yang disertai dengan pengimbuhan.
Contoh :
Bentuk dasar
Bentuk perulangan
Jauh
Lama
Putih
Ungu
Sejauh-jauhnya
Selama-lamanya
Seputih-putihnya
Keungu-unguan

3)      Perulangan berubah bunyi
Kata ulang berubah bunyi atau kata ulang Salin suara adalah bentuk perulangan yang disertai dengan perubahan bunyi. Perubahan bunyi tersebut ada yang terjadi pada vocal atau pada bunyi konsonan.
Contoh :
Bentuk dasar
Bentuk perulangan
Balik
Beras
Gerak
Lauk
Sayur
Bolak-balik
Beras-petas
Gerak-gerik
Lauk-pauk
Sayur-mayur

4)      Perulangan sebagian
Perulangan sebagian atau kata ulang dwipurwa adalah bentuk berulangan yang terjadi hanya pada sebagian bentuk dasar atau sebagian suku katanya.
Contoh :
Bentuk dasar
Bentuk perulangan
Berjalan
Berkata
Gunung
Mainan
Melihat
Pohon
Batu
Berjalan-jalan
Berkata-kata
Gunung-gemunung
Main-mainan
Melihat-lihat
Pepohonan
Bebatuan

b.      Makna kata ulang
Kata ulang memiliki beberapa makna, yaitu :
1)      Banyak tak tertentu / baermacam-macam
Contoh :
Lauk-pauk                                           buah-buahan
Bebatuan                                             pepohonan
2)      Menyerupai
Contoh :
Kuda-kudaan                                      orang-orangan
Kucin-kucingan                                   robot-robotan

3)      Agak atau melemahkan sesuatau yang disebut pada kata dasar
Contoh :
Kehijau-hijauan
Keinggris-inggrisan                             sakit-sakitan

4)      Intensitas kualitatif
Contoh :
Keras-keras                                         segiat-giatnya
Kuat-kuat                                            setinggi-tingginya

5)      Intensitas kuantitatif
Contoh :
Bercakap-cakap                                   manggut-manggut
Berlari-lari                                           mengangguk-ngangguk

6)      Makna kolektif
Contoh :
Dua-dua                                              kedua-duanya
Empat-empat                                       ketiga-tiganya

7)      Kesalingan
Contoh :
Berpandang-pandangan                      pukul-pukulan
Bersalam-salaman                               tending-menendang

BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Paragraf  narasi diartikan sebagai paragraf yang berisi cerita atau kejadian, yaitu paragraph yang menjelaskan / menguraikan suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu.
Dengan mengetahui pengertian dari paragraf narasi, kita akan lebih bisa membuat karangan yang bagus, karena dengan mengtahui artinya dan maksud yang terkandung didalamnya kita akan bisa mengembangkan paragraph tersebut menjadi cakupan yang lebih luas.
B.     SARAN
Dengan mengetahui arti dari paragraf narasi akan lebih mempermudah bagi para siswa SMA HARAPAN untuk dapat mengembangkan sebuah cerita menjadi lebih menarik.
Kepada para siswa SMA harapan agar lebih giat belajar dalam memahami pengertian dari definisi paragraf narasi.
This entry was posted on 01:42 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: