Saturday, 27 April 2013

DONGENG BAHASA INGGRIS/INDONESIA - ASAL MULA GUNTUR

 ASAL MULA GUNTUR

Dahulu kala peri dan manusia hidup berdampingan dengan rukun. Mekhala, si peri cantik dan pandai, berguru pada Shie, seorang pertapa sakti. Selain Mekhala, Guru Shie juga mempunyai murid laki-laki bernama Ramasaur. Murid laki-laki ini selalu iri pada Mekhala karena kalah pandai. Namun Guru Shie tetap menyayangi kedua muridnya. Dan tidak pernah membedakan mereka.
Suatu hari Guru Shie memanggil mereka dan berkata, “Besok, berikan padaku secawan penuh air embun. Siapa yang lebih cepat mendapatkannya, beruntunglah dia. Embun itu akan kuubah menjadi permata, yang bisa mengabulkan permintaan apapun.” Mekhala dan Ramasaur tertegun. Terbayang oleh Ramasaur ia akan meminta harta dan kemewahan. Sehingga ia bisa menjadi orang terkaya di negerinya. Namun Mekhala malah berpikir keras. Mendapatkan secawan air embun tentu tidak mudah, gumam Mekhala di dalam hati.
Esoknya pagi-pagi sekali kedua murid itu telah berada di hutan. Ramasaur dengan ceroboh mencabuti rumput dan tanaman kecil lainnya. Tetapi hasilnya sangat mengecewakan. Air embun selalu tumpah sebelum dituang ke cawan. Sebaliknya, Mekhala dengan hati-hati menyerap embun dengan sehelai kain lunak. Perlahan diperasnya lalu dimasukan ke cawan. Hasilnya sangat menggembirakan. Tak lama kemudian cawannya telah penuh. Mekhala segera menemui Guru Shie dan memberikan hasil pekerjaannya.
Guru Shie menerimanya dengan gembira. Mekhala memang murid yang cerdik. Seperti janjinya, Guru Shie mengubah embun itu menjadi sebuah permata sebesar ibu jari. ” Jika kau menginginkan sesuatu, angkatlah permata ini sejajar dengan keningmu. Lalu ucapkan keinginanmu,” ujar Guru Shie. Mekhala mengerjakan apa yang diajarkan gurunya, lalu menyebut keinginannya. Dalam sekejap Mekhala telah berada di langit biru. Melayang-layang seperti Rajawali. Indah sekali.
Sementara itu, baru pada senja hari Ramasaur berhasil mendapat secawan embun. Hasilnya pun tidak sejernih yang didapat Mekhala. Tergopoh-gopoh Ramasaur menyerahkannya pada Guru Shie. “Meskipun kalah cepat dari Mekhala, kau akan tetap mendapat hadiah atas jerih payahmu,” kata Guru Shie sambil menyerahkan sebuah kapak sakti. Kapak itu terbuat dari perak. Digunakan untuk membela diri bila dalam bahaya. Bila kapak itu dilemparkan ke sasaran, gunung pun bisa hancur.
Ternyata Ramasaur menyalahgunakan hadiah itu. Ia iri melihat Mekhala yang bisa melayang-layang di angkasa. Ramasaur segera melemparkan kapak itu ke arah Mekhala. Tahu ada bahaya mengancam, Mekhala menangkis kapak itu dengan permatanya. Akibatnya terjadilah benturan dahsyat dan cahaya yang sangat menyilaukan. Benturan itu terus terjadi hingga saat ini, berupa gelegar yang memekakkan telinga. Orang-orang menyebutnya “guntur”.


 ORIGINS OF THUNDERYore fairies and humans coexist in harmony. Mekhala, elf beautiful and clever, studied at Shie, a holy hermit. Besides Mekhala, Teacher Shie also have boys named Ramasaur. These boys are always jealous because losing Mekhala clever. But teachers still love both his Shie. And never tell them apart.One day Guru Shie called them and said, "Tomorrow, give me a bowl full of water dew. Who's quicker to get it, he's lucky. It will change my dew into gems, which can grant any request. "Mekhala and Ramasaur stunned. Ramasaur imagined he would ask for wealth and luxury. So that he could be the richest man in the country. However Mekhala even thinking hard. Get a bowl of water dew is certainly not easy, muttered Mekhala in the heart.Next day early morning the disciples had been in the forest. Ramasaur with careless weed and other small plants. But the results are very disappointing. Dew always spilled before poured into the cup. Instead, Mekhala carefully absorb moisture with a soft cloth. Then squeezed slowly inserted into the cup. The results are very encouraging. Soon cawannya was full. Mekhala immediately see Master Shie and gives results of his work.Shie teachers receive with joy. Mekhala indeed a clever student. As promised, Master Shie transform it into a jewel dew of your thumb. "If you want something, take this gem parallel to the forehead. Then say you will, "said Professor Shie. Mekhala doing what his teacher taught, then called desire. In an instant Mekhala has been in the blue sky. Hover like Eagles. Beautiful.Meanwhile, new at dusk Ramasaur managed to get a cup of dew. The result was not as clear as that obtained Mekhala. Ramasaur hurriedly handed Teacher Shie. "Even though less rapidly than Mekhala, you will still get a reward for your labor," said the Professor Shie handing a magic ax. The ax is made of silver. Used to defend themselves when in danger. When the ax was thrown to the target, the mountain can be destroyed.Turns Ramasaur abusing the gift. He envied Mekhala that can hover in the air. Ramasaur promptly threw it in the direction Mekhala ax. Knows no danger threatens, Mekhala deflect the ax with pearl. The result was a clash of very powerful and blinding light. The collision continues until today, was a deafening thunder. People call it "thunder".

0 komentar:

Post a Comment

tulislah komentar yang baik, kalau kritik boleh untuk membangun blog

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites