Author: dewi astuti
•08:46
KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan petunjuk dan kemudahan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini.
            Tulisan ini disusun dengan tujuan utama untuk melengkapi tugas praktik mid semester ganjil yaitu kajian tentang virus DBD, influenza dan HIV/AIDS       
Penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada bapak  Firdaus selaku guru mata pelajaran biologi yang telah mamberikan bimbingannya dalam membuat tulisan ini. Begitu juga kepada teman-teman  atau pihak-pihak terkait yang telah memberikan dukungan moral atau material hingga terselesaikannya pembuatan tulisan ini.  
            Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, karena adanya keterbatasan ilmu dan pengetahuan serta reperensi yang penulis milik. namun demikian penulis berharap semoga isi tulisan ini dapat benar-benar bermanfaat bagi penulis khususnya, serta para pembaca  pada umumnya. Selain itu juga penulis berharap adanya kritik dan saran  yang membangun dari pihak pembaca demi terwujudnya  kesempurnaan isi tulisan ini, sehingga tulisan betul-betul  dapat menambah pengetauhan kita dalam penulisan ini.
                                                                                                                 
                                                                                                      Hormat kami

                                                                                                         PENULIS

A.               DEMAM BERDARAH
1.   Pengertian
Demam berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dangue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari Genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus.
2.   Gejala demam berdarah
Masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :
  1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 - 40 derajat Celsius).
  2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
  3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.
  4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
  5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
  6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 - 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).
  7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
  8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
  9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.
  10. Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.
3.   Pencegahan DBD :
-       Menguras : Menguras tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi dan kolam. Sebab bisa mengurangi perkembangbiakan dari nyamuk itu sendiri. Atau memasukan beberapa ikan kecil kedalam bak mandi atau kolam. Sebab ikan akan memakan jentik nyamuk.
-       Menutup : Menutup tempat-tempat penampungan air. Jika setelah melakukan aktivitas yang berhubungan dengan tempat air sebaiknya anda menutupnya agar nyamuk tidak bisa meletakan telurnya kedalam tempat penampungan air. Sebab nyamuk demam berdarah sangat menyukai air yang bening.
-       Mengubur. Kuburlah barang – barang yang tidak terpakai yang dapat memungkinkan terjadinya genangan air.
4.   Pengobatan
Tindakan pengobatan yang umum dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah pemberian cairan tubuh (lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah, konsumsi obat yang mengandung acetaminofen (misalnya tilenol) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam serta banyak istirahat. Aspirin dan obat anti peradangan nonsteroidal seperti ibuprofen dan sodium naproxen justru dapat meningkatkan risiko pendarahan. Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah akibat pendarahan yang terjadi.

B.               INFLUENZA
1.   Pengertian
            Influenza virus, penyebab penyakit influenza (flu). Virus ini menyerang sel-sel saluran pernafasan bagian atas. Penularan virus terjadi melalui udara pada saat berbicara, batuk, dan bersin, influenza sangat menular selama 1-2 hari sebelum gejalanya muncul, itulah sebabnya penyebaran virus ini sulit dihentikan.
            Berlawanan dengan pendapat umum, influenza bukan batuk-pilek biasa yang tidak berbahaya.
2.   Gejala utama influenza adalah :
-       Demam
-       Sakit kepala
-       Sakit otot diseluruh badan
-       Pilek
-       Sakit tenggorokan
-       Batuk
-       Badan lemah

3.   Tips-tips mencegah flu, diantaranya :
-       Berjemur 10-20 menit di pagi hari (sebelum jam 10 pagi)
-       Bilamana tidak ada matahari, seperti di musim hujan, konsumsi lah suplemen vitamin D yang alami.
-       Konsumsi sayuran dan buah-buahan segar, sebaiknya sayur tidak dimasak karna untuk mendapatkan enzimnya yang sangat berguna.
-       Istirahat selama 7 jam sehari.
-       Kelola tingkat stress anda.
-       Olahraga teratur
-       Kurangi asupan gula dan karbohidrat anda.
-       Hindari pemakaian obat-obat kimiawi dan antibiotik.

4.   Pengobatan
Dua kelas obat antivirus yang dipergunakan terhadap influenza adalah inhibitor neuraminidase dan inhibitor protein M2 (derivat adamantane). Inhibitor neuraminidase saat ini lebih disukai terhadap infeksi virus karena kurang toksik dan lebih efektif. CDC merekomendasikan untuk tidak mempergunakan inhibitor M2 pada musim influenza 2005-06 karena tinginya tingkat resistensi obat. Karena wanita hamila nampaknya akan terkena dampak yang lebih besar dibandingkan dengan populasi umum oleh virus influenza H1N1 2009, pengobatan segera dengan obat-obat anti influenza telah direkomendasikan. Pada Konferensi Pers influenza H1N1 November 2009, WHO merekomendasikan orang pada kelompok risiko tinggi, termasuk wanita hamil, anak berusia kurang dari dua tahun dan orang dengan masalah pernapasan, agar mulai mengkonsumsi obat-obat antivirus segera setelah mereka mengalami gejala flu Obat antiirus yang dipergunakan termasuk oseltamivir (Tamiflu) dan zanamivir (Relenza).



C.               HIV / AIDS




















1.   Pengertian
Virus imunodifisiensi manusia (human immunodeficiency virus; HIV ) adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun.
2.   Gejala
Setelah sistem kekebalan melemah, gejala HIV AIDS akan muncul seperti:
-       Kurangnya energy
-       Berat badan menurun
-       Sering demam dan berkeringat
-       Persistent atau infeksi jamur sering
-       Persistent ruam kulit atau kulit bersisik
-       kehilangan memori jangka pendek
-       Mulut, alat kelamin, dubur atau luka dari infeksi herpes.

Gejala AIDS adalah tahap yang paling maju dari infeksi HIV. Definisi AIDS termasuk semua orang terinfeksi HIV yang memiliki kurang dari 200 CD4 + sel per mikroliter darah. Definisi ini juga mencakup 26 kondisi yang umum pada penyakit HIV lanjut, tetapi jarang terjadi pada orang sehat. Kebanyakan kondisi ini adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit, dan organisme lainnya. Infeksi oportunistik umum pada orang dengan AIDS. Hampir setiap sistem organ yang terkena. Beberapa gejala AIDS secara umum mencakup yang berikut:
-       Batuk dan sesak napas
-       Kejang dan kurangnya koordinasi
-       Sulit atau sakit saat menelan
-       Mental gejala seperti kebingungan dan pelupa
parah dan diare persisten
-       Demam
-       Visi rugi
-       Mual, kram perut, dan muntah
-       Berat badan dan kelelahan ekstrim
-       Sakit kepala parah dengan leher kaku
-       Koma

Penderita penyakit hiv AIDS cenderung untuk mengembangkan berbagai kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma. Sarkoma Kaposi menyebabkan bintik-bintik bulat, coklat, kemerahan atau ungu yang berkembang pada kulit atau dalam mulut. Setelah diagnosis AIDS dibuat, waktu kelangsungan hidup rata-rata telah diperkirakan 2-3 tahun. Gejala HIV AIDS yang secara dini di deteksi akan lebih baik agar tidak membiarkan virus HIV berkembang biak.
Walaupun sudah diteliti oleh berbagai ilmuwan diseluruh dunia, sampai sekarang tetap saja bahwa belum ditemukannya obat/vaksin untuk HIV/AIDS.
3.   Pencegahan
-       Tidak melakukan transfusi darah dengan penderita HIV/AIDS
-       Antara ibu dan bayinya selama masa hamil, juga bisa menularkan tetapi Risiko penularan perinatal dapat dilakukan dengan persalinan secara caesar, tidak memberikan ASI, dan pemberian AZT pada masa akhir kehamilan dan setelah kelahiran bayi
-       Tidak melakukan seks bebas.
-       Tidak menggunakan jarum suntik yang terkontaminasi oleh pemakai narkoba atau perawatan kesehatan
-       Tidak memakai benda yang sama yang dapat mengakibatkan luka seperti silet, pisau cukur juga bisa menularkan HIV
4.   Pengobatan
Berbagai bentuk pengobatan alternatif digunakan untuk menangani gejala atau mengubah arah perkembangan penyakit. Akupunktur telah digunakan untuk mengatasi beberapa gejala, misalnya kelainan syaraf tepi (peripheral neuropathy) seperti kaki kram, kesemutan atau nyeri; namun tidak menyembuhkan infeksi HIV. Tes-tes uji acak klinis terhadap efek obat-obatan jamu menunjukkan bahwa tidak terdapat bukti bahwa tanaman-tanaman obat tersebut memiliki dampak pada perkembangan penyakit ini, tetapi malah kemungkinan memberi beragam efek samping negatif yang serius.
Beberapa data memperlihatkan bahwa suplemen multivitamin dan mineral kemungkinan mengurangi perkembangan penyakit HIV pada orang dewasa, meskipun tidak ada bukti yang menyakinkan bahwa tingkat kematian (mortalitas) akan berkurang pada orang-orang yang memiliki status nutrisi yang baik. Suplemen vitamin A pada anak-anak kemungkinan juga memiliki beberapa manfaat. Pemakaian selenium dengan dosis rutin harian dapat menurunkan beban tekanan virus HIV melalui terjadinya peningkatan pada jumlah CD4. Selenium dapat digunakan sebagai terapi pendamping terhadap berbagai penanganan antivirus yang standar, tetapi tidak dapat digunakan sendiri untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas.
KESIMPULAN
Dari semua penyakit di atas cara penanganan yang tepat adalah dengan memperbanyak kekebalan pada diri, karena penyakkit di atas merusak kekebalan pada manusia. Kekebalan dapat dilakukan dengan banyak mengkonsumsi vitamin dan mineral yang banyak pada air putih, sayuran dan buah-buahan. Jadi sebelum kita terkena penyakit itu perbanyaklah kekebalan tubuh kita dengan banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran.

DAFTAR PUSTAKA

Sujana A. 2007. Kamus Lengkap Biologi. Jakarta: Mega Aksara
Biology 1A for senior high school Grade X Semester 1, 2010 by ESIS
 http://forum.kompas.com/lapak-campur-sari/72184-cara-penularan-virus-hiv-aids.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama
http://organisasi.org/
This entry was posted on 08:46 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: