Saturday, 27 April 2013

MAKALAH - TUMBUHAN DIIKOTIL ( BERKEPING DUA )

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.TUJUAN PENULISAN
Tujuan  penulisan ini adalah untuk mengetahui apa itu apa itu tumbuhan dikotil, ciri-cirinya dan juga untuk dapat mempelajari apa itu tumbuhan berkeping dua ( dikotil )

1.2.METODE PENULISAN
Metode penulisan ini adalah penulis mengumpulkan buku. Buku atau bahan-bahan dengan berbagai sumber yang berkaitan dengan judul karya ilmiah ini tentang tumbuhan berkeping dua ( dikotil ).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1       PERMASALAHAN 
        Sebagian besar informasi tentang tumbuhan berkeping dua (dikotil) dari tumbuhan yang ada di alam. Ike sabariah, ( 2002:55), mengatakan tumbuhan berkeping dua di sebut demikian karena tumbuhan ini memiliki biji yang apabila berkecambah maka biji akan pecah dua menjadi daun lembaga. Kelompok tumbuhan dikotil paling banyak jenisnya hampir 200.000 jenis.
2.2       CIRI-CIRI TUMBUHAN DIKOTIL
            a. Akar
                        Akar tanaman dikotil merupakan akar tunggang yang bercabang-cabang. Selain untuk mengkokohkan, pada beberapa jenis akar juga berfungsi sebagai cadangan makanan.
b. Batang
                        Batang dikotil bercabang-cabang sesuai dengan umurnya. Tanaman dikotil bekayu, batangnya dapat membesar, karena ada kambium ikatan pembuluh.
c. Daun
                        Daun dikotil umumnya lebar dan pipih, urat daun bebentuk jala atau seperti jari. Ukuran daun sangat bervariasi, permukaan atas daun biasanaya berwarna agak lebih gelap di bandingkan dengan permukaan bawah daun
d. Bunga
                        Bunga dikotil mempunyai warna yang bermacam-macam mempunyai kelopak bunga, mahkota, putik dan benang sari dalam satu organ yang sama ( bunga lengkap ).
BAB III
TUMBUHAN KUBISAN DAN POLONG
            Dibawah ini contoh tumbuhan dikotil yang banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia.
            3.1.      Tumbuhan kubis-kubisan
                        Tanaman ini umumnya merupakan tanaman semusim bebentuk herba dan berbatang lunak.
                        Tanaman ini penyebarannya sangat luas tapi umumnya menghendaki cuaca yang cukup sejuk didaratan rendah tropis penyebarannya kurang baik. Tanaman ini dapat mudah dikenal karena mempunyai aroma yang khas.
3.2.      Tanaman polong-polongan
                        Tanaman ini mempunyai bentuk pohon perdu, atau semak, ada juga jenis yang memanjat. Pada jenis tertentu akarnya membentuk bintil akar ( mengandung zat bakteri lemas ). Ada jenisnya yang hidup di perairan atau tanah yang kering/gurun pasi
BAB IV
TUMBUHAN GETAH-GETAHAN

Untuk mengenal ciri-ciri tumbuhan ini, petiklah satu ranting pohon jarak. Contoh-contoh tumbuhan bergetah sebagai berikut.
4.1. Karet
                        Tanaman ini berasal dari brazil, mengandung lateks berwarna putih susu. Tanaman ini di budi dayakan untuk di ambil lateks nya dengan menyadap atau mengelupas.
4.2. Jarak
                        Bijinya mengandung minyak kastor, yang berguna untuk bahan pelumas mesin.
4.3. Kastuba
                        Di pakai sebagai tanaman hias, daunnya yang dekat ke bunga berwarna merah seolah-olah mahkota bunga, selain tanaman ini yang di jadikan tanaman hiasadalah acalypha dan puring
4.4. Singkong
                        Tanaman ini berasal dari brazil jika di biarkan  tanaman ini bisa mencapai ketinggian 5m. Umumnya di kembangkan dengan secara stek. Ubinya mengandung tapioka yang berguna sebagai bahan makanan atau campuran lain. Varietas tertentu dari singkong mengandung racun sianida (yang cukup tinggi) yang hilang bila di urai dengan air mengalir. Daun singkong banyak mengandung protein dan vitamin.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
                        Jadi tumbuhan dikotil banyak sekali hidup di lingkungan sekitar kita, jaga dan rawatlah tumbuhan itu. Tumbuhan dikotil juga mempunyai banyak berbagai tumbuhan.
5.2. Saran
                        Untuk menanam tumbuhan dikotil sangatlah mudah asalkan saja merawatnya dengan baik dan juga melestarikanya.
DAFTAR PUSTAKA

Dra. Ike Sabariah. 2002 Biologi. Jakarta : Ganeca.
Drs. Hariyahta. Drs. Suhardi. 2002. Biologi Smp. Jakarta : Cempaka Putih.
Ahmad Farichi, S.Pd.I. 2006. Biologi. Bogor : Yudhistira.

0 komentar:

Post a Comment

tulislah komentar yang baik, kalau kritik boleh untuk membangun blog

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites