Saturday, 27 April 2013

DONGENG BAHASA INGGRIS/INDONESIA - TUJUH BURUNG GAGAK

TUJUH BURUNG GAGAK 
Dahulu, ada seorang laki-laki yang memiliki tujuh orang anak laki-laki, dan laki-laki tersebut belum memiliki anak perempuan yang lama diidam-idamkannya. Seiring dengan berjalannya waktu, istrinya akhirnya melahirkan seorang anak perempuan. Laki-laki tersebut sangat gembira, tetapi anak perempuan yang baru lahir itu sangat kecil dan sering sakit-sakitan. Seorang tabib memberitahu laki-laki tersebut agar mengambil air yang ada pada suatu sumur dan memandikan anak perempuannya yang sakit-sakitan dengan air dari sumur itu agar anak tersebut memperoleh berkah dan kesehatan yang baik. Sang ayah lalu menyuruh salah seorang anak laki-lakinya untuk mengambil air dari sumur tersebut. Enam orang anak laki-laki lainnya ingin ikut untuk mengambil air dan masing-masing anak laki-laki itu sangat ingin untuk mendapatkan air tersebut terlebih dahulu karena rasa sayangnya terhadap adik perempuan satu-satunya. Ketika mereka tiba di sumur dan semua berusaha untuk mengisi kendi yang diberikan kepada mereka, kendi tersebut jatuh ke dalam sumur. Ketujuh anak laki-laki tersebut hanya terdiam dan tidak tahu harus melakukan apa untuk mengambil kendi yang jatuh, dan tak satupun dari mereka berani untuk pulang kerumahnya.
Ayahnya yang menunggu di rumah akhirnya hilang kesabarannya dan berkata, "Mereka pasti lupa karena bermain-main, anak nakal!" Karena takut anak perempuannya bertambah sakit, dia lalu berteriak marah, "Saya berharap anak laki-lakiku semua berubah menjadi burung gagak." Saat kata itu keluar dari mulutnya, dia mendengar kepakan sayap yang terbang di udara, sang Ayah lalu keluar dan melihat tujuh ekor burung gagak hitam terbang menjauh. Sang Ayah menjadi sangat menyesal karena mengeluarkan kata-kata kutukan dan tidak tahu bagaimana membatalkan kutukan itu. Tetapi walaupun kehilangan tujuh orang anak laki-lakinya, sang Ayah dan Ibu masih mendapatkan penghiburan karena kesehatan anak perempuannya berangsur-angsur membaik dan akhirnya anak perempuan tersebut tumbuh menjadi gadis yang cantik.
Gadis itu tidak pernah mengetahui bahwa dia mempunyai tujuh orang kakak laki-laki karena orang tuanya tidak pernah memberitahu dia, sampai suatu hari secara tidak sengaja gadis tersebut mendengar percakapan beberapa orang, "Gadis tersebut memang sangat cantik, tetapi gadis tersebut harus disalahkan karena mengakibatkan nasib buruk pada ketujuh saudaranya." Gadis tersebut menjadi sangat sedih dan bertanya kepada orang tuanya tentang ketujuh saudaranya. Akhirnya orang tuanya menceritakan semua kejadian yang menimpa ketujuh saudara gadis itu. Sang Gadis menjadi sangat sedih dan bertekad untuk mencari ketujuh saudaranya secara diam-diam. Dia tidak membawa apapun kecuali sebuah cincin kecil milik orang tuanya, sebuah roti untuk menahan lapar dan sedikit air untuk menahan haus.
Gadis tersebut berjalan terus, terus sampai ke ujung dunia. Dia menemui matahari, tetapi matahari terlalu panas, lalu dia kemudian menemui bulan, tetapi bulan terlalu dingin, lalu dia menemui bintang-bintang yang ramah kepadanya. Saat bintang fajar muncul, bintang tersebut memberikan dia sebuah tulang ayam dan berkata, "Kamu harus menggunakan tulang ini sebagai kunci untuk membuka gunung yang terbuat dari gelas, disana kamu akan dapat menemukan saudara-saudaramu.
Gadis tersebut kemudian mengambil tulang tersebut, menyimpannya dengan hati-hati di pakaiannya dan pergi ke arah gunung yang di tunjuk oleh bintang fajar. Ketika dia telah tiba di gunung tersebut, dia baru sadar bahwa tulang untuk membuka kunci gerbang gunung telah hilang. Karena dia berharap untuk menolong ketujuh saudaranya, maka sang Gadis lalu mengambil sebilah pisau, memotong jari kelinkingnya dan meletakkannya di depan pintu gerbang. Pintu tersebut kemudian terbuka dan sang Gadis dapat masuk kedalam, dimana seorang kerdil menemuinya dan bertanya kepadanya, "Anakku, apa yang kamu cari?" "Saya mencari tujuh saudaraku, tujuh burung gagak," balas sang Gadis. Orang kerdil tersebut lalu berkata, "Tuanku belum pulang ke rumah, jika kamu ingin menemuinya, silahkan masuk dan kamu boleh menunggunya di sini." Lalu orang kerdil tersebut menyiapkan makan siang pada tujuh piring kecil untuk ketujuh saudara laki-laki sang Gadis yang telah menjadi burung gagak. Karena lapar, sang Gadis mengambil dan memakan sedikit makanan yang ada pada tiap-tiap piring dan minum sedikit dari tiap-tiap gelas kecil yang ada. Tetapi pada gelas yang terakhir, dia menjatuhkan cincin milik orangtuanya yang dibawa bersamanya.
Tiba-tiba dia mendengar kepakan sayap burung di udara, dan saat itu orang kerdil itu berkata, "Sekarang tuanku sudah datang." Saat ketujuh burung gagak akan mulai makan, mereka menyadari bahwa seseorang telah memakan sedikit makanan dari piring mereka. "Siapa yang telah memakan makananku, dan meminum minumanku?" kata salah satunya. Saat burung gagak yang terakhir minum dari gelasnya, sebuah cincin masuk ke mulutnya dan ketika burung tersebut memperhatikan cincin tersebut, burung gagak tersebut berkata, "Diberkatilah kita, saudara perempuan kita yang tersayang mungkin ada disini, inilah saatnya kita bisa terbebas dari kutukan." Sang Gadis yang berdiri di belakang pintu mendengar perkataan mereka, akhirnya maju kedepan dan saat itu pula, ketujuh burung gagak berubah kembali menjadi manusia. Mereka akhirnya berpelukan dan pulang bersama ke rumah mereka dengan bahagia.

SEVEN CROWPreviously, there was a man who had seven sons, and the man has not had a girl who wishes it-idamkannya long. Over time, she finally gave birth to a daughter. The boys are very excited, but the newly born daughter was very small and sickly. A doctor told the man to take the water in the well and bathe daughter sickly with water from the well so that the children gain blessings and good health. The father then told one of his sons to fetch water from the well. Six other boys wanted to go to fetch water and each of the boys are eager to get the water first because of his affection for her only sister. When they arrived at the well, and all trying to fill the jug given to them, the jug fell into the well. The seven boys are just speechless and did not know what to do to take the pitcher that fall, and none of them dared to go home to his house.His father is waiting at home finally lost his patience and said, "They must have forgotten because playing around, bad boy!" For fear of her daughter grew ill, he then shouted angrily, "I hope my son all turned into ravens." When word came out of his mouth, he heard the flutter of wings that fly in the air, his father went out and saw seven black crows flew away. The father became very sorry because removing the curse words and do not know how to undo the curse. But despite losing seven of his son, the father and mother are still getting the consolation for her child's health gradually improved and eventually the girl grew into a beautiful girl.The girl never knew that she had seven brothers because his parents never told him, until one day the girl accidentally overheard a conversation a few people, "is indeed a very pretty girl, but the girl is to blame for the fate of lead poorly on the seventh brother. " The girl became very upset and asked his parents about his seventh. Eventually his parents told him all about what happened to her seven siblings. The girl became very sad and determined to seek his seventh secretly. He does not bring anything other than a small ring owned by his father, a bread for hunger and thirst to hold little water.She went on and on to the ends of the world. He went to the sun, but the sun is too hot, then he met months later, but the moon is too cold, then he met the stars were friendly to him. When the morning star appears, the star gave him a chicken bone and said, "You have to use this bone as a key to unlock a mountain made of glass, there you will be able to find your brothers.The girls then take the bone, carefully store them in his clothes and went to the mountain in the direction designated by the morning star. When he had arrived at the mountain, he realized that the bones to unlock the gate mountain had disappeared. Because he hopes to help the seventh brother, the girl took a knife, cut kelinkingnya finger and put it in front of the gate. The door then opened and the girl can enter into, where a dwarf to him and asked him, "Son, what are you looking for?" "I am looking for the seven sisters, the seven ravens," replied the girl. The dwarf then said, "My Lord has not come home, if you want to meet him, please go and you should wait for him here." Then the dwarf people preparing lunch on seven little plates for the seventh brother of the girl who has become a crow. Because the hungry, the girl to take and eat less food that is on each plate and drank a little of each existing small glasses. But at the last cup, he dropped the ring that brought his parents with him.Suddenly he heard a flapping bird in the air, and when the dwarf said, "Now my husband is coming." When the seven crows will start eating, they realize that someone has been eating a little food from their plates. "Who's been eating my food and drinking my drink?" said one of them. When the last crow drink from his glass, a ring in his mouth and when the bird noticed the rings, the crow said, "Blessed are we, our dear sister may be here, it's time we get rid of the curse." The girl who was standing behind the door to hear their words, finally came forward and at the same instant, the seven ravens turn back into a human. They hugged each other and eventually return to their homes along happily.

0 komentar:

Post a Comment

tulislah komentar yang baik, kalau kritik boleh untuk membangun blog

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites